Countdown

X Tutup

PROSES MIGRASI SIARAN TELEVISI ANALOG KE DIGITAL

Setiap Lembaga Penyiaran Swasta, Lembaga Penyiaran Publik Lokal dan Lembaga Penyiaran Komunitas yang memiliki Izin Penyelenggaraan Penyiaran (IPP) diharuskan untuk melaksanakan migrasi siaran televisi analognya ke siaran televisi digital. Pasal 72 angka 8 Undang-undang Cipta Kerja (sisipan Pasal 60A Undang-undang Penyiaran) telah mengamanatkan batas akhir penghentian siaran telvisi analog (analog switch off) paling lambat pada 2 November 2022.


Secara umum proses migrasi ke siaran televisi digital dapat dilakukan sebagai berikut:


1. Cek keberadaan siaran multipleksing di daerahnya, baik melalui TVRI atau TV swasta.


2. Pastikan spesifikasi teknis, harga sewa dan kualitas layanan dengan penyelenggara multipleksing dapat disepakati.


3. Lakukan penyesuaian IPP dengan Direktorat Penyiaran, pilihannya :


a. Bersiaran simulcast (analog dan digital bersamaan)


b. Bersiaran seluruhnya di digital


4. Berkontrak dengan penyelenggara multipleksing yang dipilih dan memulai persiapan teknis


5. Bersiaran secara digital


6. Sosialisasi kepada masyarakat tentang siaran televisi digital,bagaimana cara beralih dan kapan analog switch off.


Hubungi Call Center 159 untuk informasi lebih lanjut

KENALI WILAYAH SIARAN TELEVISI DIGITAL

REGULASI MIGRASI SIARAN TELEVISI ANALOG KE DIGITAL

Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 6 Tahun 2019 tanggal 31 Juli 2019

Rencana Induk Frekuensi Radio untuk Keperluan Penyelenggaraan Televisi Siaran Digital Terestrial pada Pita Frekuensi Radio Ultra High Frequency

Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 4 Tahun 2019

Persyaratan Teknis Alat dan/atau Perangkat Telekomunikasi untuk keperluan Penyelenggaraan Televisi Siaran dan Radio Siaran

Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 3 Tahun 2019

Pelaksanaan Penyiaran Simulcast dalam Rangka Persiapan Migrasi Sistem Penyiaran Televisi Analog ke Sistem Penyiaran Televisi Digital