Countdown

X Tutup

Warga Solo dan Sekitarnya Bakal Nikmati Siaran TV Digital Mulai 25 Agustus

Pertunjukan rakyat Ketoprak Suminten Edan yang bertajuk ASO: Era Baru Siaran TV Digital, Banyak Programnya Gratis Menontonnya di studio RRI Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu, 26 Juni 2022. Tim Komunikasi publik dan Edukasi Migrasi TV Digtal Kemkominfo/ Wienda Parwitasari

RADARSOLO.ID – Bersiaplah bagi warga Kota Solo, Sukoharjo, Karanganyar, kabupaten/kota di Jawa Tengah 1 dan DIY, yang masih menggunakan televisi (TV) analog. Sebab, mulai 25 Agustus mendatang, siaran TV analog di wilayah-wilayah tersebut akan dihentikan dan bermigrasi ke siaran digital alias analog switch off (ASO).

Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) pun terus gencar mensosialisasikan migrasi TV analog menuju digital ini kepada masyarakat. Salah satunya melalui pertunjukan rakyat  di beberapa daerah. Dimulai dari Kesenian Rakyat Solo Ketoprak Suminten Edan yang bertajuk ASO: Era Baru Siaran TV Digital, Banyak Programnya Gratis Menontonnya, yang digelar via live streaming YouTube, Sabtu (25/6).

Pertunjukan kesenian rakyat itu menghadirkan sejumlah tokoh publik. Di antaranya Ketua KPK  Komjen Pol Firli Bahuri, Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid,Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin, Menteri Kominfo Johnny G. Plate, KGPAA Mangkunegara X atau GPH Bhre Cakrahutomo, dan Staf Khusus Kementerian Kominfo Rosarita Niken W.

“Dengan beralihnya dari televisi analog ke televisi digital, maka rakyat Indonesia bisa menikmati siaran televisi yang bersih gambarnya, jernih suaranya dan canggih teknologinya,” ungkap Kominfo dalam sosialisasi ASO di pertunjukan rakyat.
 
Untuk menikmati siaran televisi digital, masyarakat pun masih bisa menggunakan unit televisi dan antena yang sudah dimiliki. Alias tak perlu membeli televisi baru. Pengguna televisi lama hanya tinggal menambahkan atau menyambungkan alat  konverter frekuensi, set top box. 

Menteri Kominfo Johnny G. Plate Rumah mengatakan, bagi rumah tangga miskin (RTM), akan mendapatkan bantuan Set Top Box (STB) gratis dari penyelenggara multiplexing (MUX), baik berasal dari Lembaga Penyiaran Publik (LPP) maupun Lembaga Penyiaran Swasta (LPS).

“Kominfo terus mendorong percepatan agar lembaga penyiaran Indonesia yang telah mendapat kewenangan tata kelola multiplexing atau penyelenggara multiplexing, baik itu LPP TVRI maupun 7 LPS multiplexing, memastikan televisi yang belum memenuhi persyaratan DVB-T2 atau TV digital segera disediakan terpasang dan siap untuk ikut bersama-sama menyongsong era baru digitalisasi pertelevisian nasional,”  kata Johnny.

Sementara jika penyediaan set top box tidak mencukupi, maka dapat berasal dari pemerintah. Dalam hal ini Kementerian Kominfo sesuai PP 46 Tahun 2021. “Untuk melihat LPS pemberi bantuan sekaligus jumlah komitmen set top box bantuan dan jumlah sasaran di tingkat kelurahan, masyarakat bisa melihat di https://komin.fo/stbASO1,” tandas Kominfo. (*/ria)

Kontak

Ceritakan pengalamanmu tentang siaran televisi digital:

Telepon:

159 (call center)