Countdown

X Tutup

Warga Sambut Kemenkominfo Bagi-Bagi STB Gratis di Bengkulu dan Banten

Warga menonton televisi di rumahnya, Depok, Jawa Barat (15/6/2021). Antara/Yulius Satria Wijaya

KEMENTERIAN Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) melakukan uji coba pelaksanaan analog switch off (ASO) sekaligus menyerahkan set top box (STB) bantuan tahap awal kepada warga di dua lokasi. Keduanya di Kelurahan Bentiring Permai, Kecamatan Muara Bangka Hulu, Provinsi Bengkulu, dan Desa Sindangkarya, Kabupaten Serang, Provinsi Banten pada Rabu (9/3/2022).

Kepala Dinas Kominfo Bengkulu Tengah, Rahmat Apriadi, yang menyaksikan penyerahan perangkat penerima siaran TV digital tersebut mengatakan pihaknya siap mendukung program pemerintah untuk migrasi TV analog ke TV digital. "Selain gambarnya bagus, nanti jaringannya bisa digunakan untuk internet 5G. Dinas Kominfo Bengkulu Tengah juga berkomitmen untuk menyosialisasikan secara masif kepada masyarakat setempat," katanya.

Jelang tahap pertama pelaksanaan analog switch off (ASO) 30 April 2022, Kemenkominfo menyiapkan piranti set top box (STB) untuk dibagikan secara cuma-cuma kepada masyarakat tidak mampu. Sedikitnya sebanyak 6,7 juta keluarga miskin bakal mendapatkan subsidi alat untuk nonton siaran TV digital. Dengan bantuan STB gratis itu, masyarakat yang memiliki TV analog tidak perlu mengganti televisi baru. Cukup memasang STB agar masyarakat dapat menikmati siaran TV digital. Penyediaan STB sebagai upaya mendukung migrasi dari TV analog ke TV digital pada 2022.

Senada dengan Rahmat Apriadi, Kepala Desa Sindangkarya Firmansyah menyatakan pembagian STB dianggap sebagai langkah yang tepat. Hal itu karena masyarakat membutuhkan kualitas tayangan yang lebih baik dalam menonton televisi sebagai medium sumber informasi khususnya terkait kebijakan pemerintah. "Sangat dibutuhkan sekali bagi masyarakat, terima kasih Kominfo," kata Firmansyah mewakili masyarakat di desanya.

Pada saat ini, masyarakat di Sindangkarya sangat akrab dengan penggunaan media televisi sebagai sumber informasi. Dengan demikian, warga jarang sekali memanfaatkan media lain. "Masyarakat di sini lebih suka menggunakan medium televisi sebagai sumber informasi dibandingkan media cetak," kata Firman.

Menurut pria yang kerap disapa Firman, bantuan STB dari Kominfo dapat membuat kualitas tayangan televisi menjadi semakin baik. Hasilnya, masyarakat dapat memahami secara utuh informasi yang diberikan. Faktor gambar yang baik, akan menjadi hal yang sangat vital bagi masyarakat untuk memahami setiap informasi yang disebarkan melalui tayangan televisi. Disusul suaranya yang jernih juga akan semakin mendukung tingkat pemahaman masyarakat di desa itu. "Daya tangkap televisi, sinyal kurang bagus, tayangan televisi masih banyak semutnya, kalau masih pakai analog," kata Firman.

Firman meyakini program pembagian STB gratis berkelanjutan yang dilakukan oleh pemerintah bersama dengan pihak swasta akan berdampak positif bagi warganya. Karenanya, masyarakat dapat semakin teredukasi melalui informasi yang diperoleh melalui kanal televisi. Manfaatnya selanjutnya, masyarakat juga mampu tetap berada di rumah ketika wabah global covid-19 masih melanda wilayah. Dengan menyaksikan televisi yang memiliki kualitas akan membuat masyarakat enggan pergi keluar rumah. "Sinyalnya bagus, masyarakat akan semakin terdidik," tutur Firman.

Sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, sektor pos, telekomunikasi, dan penyiaran diwajibkan melakukan analog switch off (ASO), perubahan dari sistem penyiaran analog ke digital. Karenanya, ketersediaan STB bagi seluruh masyarakat menjadi pilar penting pada pelaksanaan ASO. Tahap pertama ASO dimulai pada 30 April 2022.

Seluruh siaran TV analog akan dimatikan di wilayah yang masuk jadwal ASO tahap I. Langkah awal bagi masyarakat yang ingin memperoleh bantuan STB, mereka harus masuk dalam DTKS Kemensos. Minimal dalam satu keluarga tersebut memiliki satu TV analog. (RO/OL-14)


Kontak

Ceritakan pengalamanmu tentang siaran televisi digital:

Telepon:

159 (call center)