Countdown

X Tutup

TV Swasta Bisa Kehilangan Penonton Bila Tak Gencar Promosikan TV Digital

Seorang warga menyaksikan siaran pertandingan olahraga melalui tv analog di Bandung, Jawa Barat, 1 November 2021. Setiap Lembaga Penyiaran Swasta (LPS) berkepentingan besar untuk turut gencar mensosialisasikan perpindahan siaran TV analog ke siaran TV digital ketika siaran televisi dimatikan tahun 2022 ini. Tim Komunikasi dan Edukasi Migrasi TV Digital/Wienda Parwitasari

Jakarta. Hingga kini, televisi masih jadi andalan masyarakat untuk mendapatkan informasi,  berita dan hiburan. Sekalipun konsumsi media berbasis internet terus tumbuh, TV sebagai alat komunikasi massa belum tergeser. Menurut catatan, ada 44,5 juta rumah tangga memiliki pesawat televisi dan masih terus menontonnya. 

Dari hasil survei internal ke masyarakat pada Juli 2021, Kementerian Kominfo mendapati bahwa memang televisi menjadi andalan mendapatkan hiburan dan informasi. Hal itu disampaikan Direktur Penyiaran Direktorat PPI Kemenkominfo, Geryantika Kurnia dalam sebuah talkshow beberapa waktu lalu. 

Hasil survei memperlihatkan,masyarakat mendapatkan ajakan untuk beralih ke siaran digital dari televisi. “Ada 76,8 persen. TV analog sangat efektif untuk mendorong masyarakat pindah ke siaran digital,” kata Geryantika. 

Ketika siaran televisi dimatikan tahun 2022 ini dan selanjutnya berganti ke siaran TV Digital, setiap Lembaga Penyiaran Swasta (LPS) berkepentingan besar untuk turut gencar mensosialisasikan perpindahannya. Terutama mengabarkan perpindahan stasiunnya sendiri ke sistem penyiaran digital. 

Perpindahan ke siaran TV Digital justru menjadi peluang LPS meningkatkan layanan pada penonton siarannya. Dengan lebih cepat memberikan pengalaman menonton siaran TV Digital yang bersih gambarnya dan jernih suaranya, tingkat kepuasan penontonnya akan jauh meningkat. 

Hal sebaliknya bisa terjadi. Saat LPS tidak mempromosikan secara gencar perpindahan stasiunnya ke siaran TV Digital, penontonnya bisa berkurang atau beralih ke media lainnya. 

Salah satu cara menarik penontonnya salah satunya memindahkan acara favorit hanya bisa ditonton di siaran TV Digital LPS tersebut. Penonton setia sinetron atau tayangan olahraga hampir pasti dengan segera mengikuti perpindahan tersebut. 

Pemerintah mendorong agar lembaga penyiaran menyiarkan tayangan unggulan di TV Digital. Demikian disampaikan Direktur Jenderal SDPPI Kementerian Kominfo Ismail dalam dialog interaktif di stasiun televisi swasta awal September 2021.

“Misalnya tayangan siaran langsung acara sepakbola, atau olahraga yang penting hanya disiarkan secara digital. Ini kan, bagus sekali bila tayangan favorit masyarakat hanya bisa dinikmati masyarakat secara TV Digital,” kata Ismail.

Pengakhiran siaran TV Analog atau Analog Switch Off (ASO) semakin dekat. Tahap pertama 30 April 2022. Cakupannya 166 kabupaten/kota. LPS masih memiliki cukup waktu untuk menggencarkan promosi kepindahannya ke siaran TV digital pada penonton setianya. Tahap kedua 25 Agustus 2022 mencakup 122 kabupaten/kota, dan tahap terakhir 2 November 2022 mencakup 65 kabupaten/kota.

Segera Beralih ke Siaran TV Digital 
Dirjen Ismail mengimbau agar masyarakat tidak perlu tunggu sampai tanggal ASO. Sekarang pun sudah bisa melihat siaran TV Digital. “Silakan coba sekarang. cek TVnya masing-masing. TV yang sudah bisa menangkap siaran DVBT2 atau bukan? Ada TV yang layarnya digital, seperti digital, tetapi belum ada alat untuk menangkap siaran DVBT2. Jadi pertama cek TVnya,” kata Ismail.

Untuk mengetahui lebih rinci tentang kekuatan sinyal, jumlah multipleksing dan jumlah stasiun/program yang sudah bersiaran di sebuah daerah, masyarakat dapat mengunduh aplikasi ‘sinyaltvdigital’ yang tersedia di iOS/ Android. 

Salah satu kegunaan aplikasi tersebut adalah mengetahui ke arah manakah sebaiknya antena UHF di rumah ditujukan. Ketepatan arah antena mengoptimalkan tangkapan tayangan siaran TV digital.  Siaran TV Digital bukanlah streaming internet, bukan pula televisi berlangganan. Gratis menontonnya, tidak perlu biaya langganan atau pulsa. 

(VNP/AF/Tim Komunikasi dan Edukasi Publik Migrasi TV Digital Kemenkominfo) 

Kontak

Ceritakan pengalamanmu tentang siaran televisi digital:

Telepon:

159 (call center)