Countdown

X Tutup

TV Digital Beri Tempat Bagi Keragaman Budaya Lokal

Suasana produksi sebuah tayangan pertunjukan wayang kulit di studio TVRI Jawa Tengah, 18 September 2021. (Tim Komunikasi Publik dan Edukasi Migrasi TV Digital/Elisabeth Chintami)

Jakarta. Hadirnya siaran TV Digital menjawab langsung permasalahan kurangnya keragaman isi siaran di televisi selama ini. Tidak hanya keragaman isi siaran, namun hadir juga keragaman kepemilikan.

Selain itu, jumlah konten yang bisa dibuat akan bertambah banyak sehingga bisa jadi daya tarik dan peluang munculnya bisnis konten di masa datang. Demikian disampaikan Direktur Pengelolaan Media, Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika, Nursodik Gunarjo dalam webinar dengan tema “Siaran Digital dan Konten Kreator”. Rabu (19/10/2021). “Ini yang mungkin tidak terbayangkan, di masa penyiaran analog,“ kata Nursodik.

Bagi masyarakat di daerah, kehadiran siaran TV Digital sangat membantu khususnya di perbatasan untuk mendapatkan informasi nasional maupun lokal. Hal itu disampaikan oleh Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat Muhamad Reza dalam webinar yang bertajuk ‘TV Digital Ragam Bahasa’. Jumat, (12/11/2021).

“Langit kita sangat terbuka terhadap satelit, sementara banyak masyarakat di perbatasan yang beli parabola menerima semua siaran dari negara tetangga. Sudah menangkap siaran TV Digital tetapi isi siarannya dari luar. Dengan adanya siaran TV digital, masyarakat di perbatasan dapat menerima siaran digital, dan tidak perlu lagi membeli satelit yang tidak dapat dipertanggungjawabkan siarannya,” ujar Reza.

Pentingnya keragaman siaran juga diamini oleh Wapemred Jawa Pos Multimedia TV Sofyan Hendra. Menurutnya, pihaknya sangat mendukung dengan adanya siaran TV Digital yang akan membawa keragaman bagi potensi daerah.

“Ketika bicara tentang keberagaman konten siaran, kita menggunakan prinsip membangun jaringan televisi bukan untuk menyeragamkan konten tetapi lebih upaya kita memunculkan keragaman potensi setiap daerah,” katanya.

Bila budaya lokal terangkat potensinya, akan membawa kemajuan bersama.

“Banyak bahasa daerah yang bisa kita gali. Ketika mengembangkan konten lokal, baik secara luas, atau dalam penggunaan bahasa, kita bisa turut memacu roda perekonomian daerah,” kata Sofyan.

 Dalam kesempatan yang sama Asistan to CEO Media Group Network Wayan Eka Putra menegaskan bahwa Media Group menyambut baik keragaman dan kehadiran siaran TV Digital. “Saat ini sudah on air 74 site, Multipleksing (MUX) tersebar di 18 provinsi. Kami tetap bersiaran di provinsi lainnya dengan cara menyewa MUX pada penyelenggara yang ada,” kata Wayan.

Ayo Migrasi ke TV Digital

Pemerintah mengajak masyarakat di seluruh penjuru Indonesia segera bermigrasi ke siaran TV Digital. Siaran TV Digital tetaplah gratis menontonnya karena bukan streaming internet, bukan pula televisi satelit atau kabel. Dengan demikian, tidak perlu biaya langganan atau pulsa.

Untuk mengetahui lebih rinci kehadiran siaran TV Digital di daerah setempat, bisa menggunakan aplikasi sinyaltvdigital (ios/android). Dalam aplikasi ini ada informasi terkait kekuatan sinyal, jumlah multipleksing dan jumlah stasiun/program yang sudah bersiaran di sebuah daerah.

Melalui aplikasi tersebut, bisa dilihat juga arah manakah sebaiknya antena UHF di rumah disesuaikan. Mengarahkan antena secara tepat, membantu hasil optimal tangkapan tayangan siaran TV digital. Siaran TV Digital bersih gambarnya, jernih suaranya, dan canggih teknologinya.


Kontak

Ceritakan pengalamanmu tentang siaran televisi digital:

Telepon:

159 (call center)