Countdown

X Tutup

Tingkatkan Jangkauan Siaran TV Digital, Kominfo Dorong Percepatan Migrasi

Direktur Penyiaran Kemenkominfo Gerryantika Kurnia (kedua dari kanan) bersama KPID Jawa Barat, Adiyana Slamet (kiri), dan KPI Pusat, Agung Suprio (kiri) dalam acara talkshow tangkaian acara Rakornas ATSDI di Soreang, Kabupaten Bandung. Foto: Tim Komunikasi Publik dan Edukasi Migrasi TV Digital/Wienda Parwitasari

Sistem simulcast yaitu bersiaran secara digital bersamaan dengan siaran analog, merupakan cara terbaik untuk mengenalkan siaran digital ke masyarakat. Dengan melihat dan mengalami siaran TV Digital, masyarakat menyatakan sangat puas.

Kualitas siaran TV digital diakui oleh masyarakat. Menurut hasil survei Kementerian Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) secara nasional pada Juli 2021, tingkat kepuasan masyarakat yang sudah menonton TV digital mencapai 87,90 persen.

Siaran TV Digital yang memberikan pengalaman mengesankan saat menonton tayangan kesayangan dalam format siaran TV Digital menguatkan loyalitas masyarakat terhadap acara-acara yang ditayangkan oleh stasiun TV.

Untuk menjangkau populasi yang lebih banyak, Kementerian Kominfo mendorong lembaga penyiaran agar menaikkan daya atau power siaran TV Digital secara bertahap menjelang pelaksanaan tahap pertama Analog Switch Off (ASO) pada 30 April 2022.

Demikian sambutan Direktur Penyiaran Direktorat Jenderal PPI Kementerian Komunikasi dan Informatika Geryantika Kurnia pada Rapat Koordinasi Nasional ATSDI 2021 yang bertema “Era TV Digital dan Bangkitnya Ekonomi Kreatif” diselenggarakan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Senin, (1/11).

“Seringkali ada yang memberi masukan, bahwa siaran TV Digital di suatu daerah sudah on, tetapi powernya kecil. Padahal aturan mainnya jelas. Minimal 70 persen coverage harus tercapai saat bersiaran. Sekarang memang masih masa transisi (simulcast), powernya siaran TV Digital perlu mulai dinaikkan,” kata Gery.

Geryantika menambahkan siaran TV Digital sudah hadir di setiap kota besar. “Kita sedang monitoring dan evaluasi powernya. Sebenarnya sudah ada lembaga penyiaran yang mematikan siaran analognya di daerah-daerah tertentu, yang penontonnya sedikit. Karena biaya untuk simulcast itu besar,” katanya.

TV Digital Hemat Operasional Penyiaran

Tidak hanya menguntungkan untuk pemirsanya, peralihan dari siaran analog ke digital akan menghemat biaya operasional lembaga penyiaran. Dengan siaran digital, lembaga penyiaran akan berbagi infrastruktur sistem penyiaran TV digital melalui infrastruktur multipleksing.

Sistem penyiaran TV Digital diklaim lebih efisien hingga 40 persen. Hal itu disampaikan oleh Direktur Program dan Jaringan Jawa Pos Multimedia, Emar Pasha Amangku pada webinar bertajuk “Sosialisasi Pelaksanaan Digitalisasi Penyiaran dan Penghentian Siaran TV Analog Secara Bertahap”. Rabu, (23/6).
“Dari segi bisnis, implikasi biaya operasional dari analog ke digital lebih terasa dari sisi biaya penyiaran. Komparasi biaya terestrial analog ke terestrial digital bisa lebih efisien atau hemat hingga 40 persen,” kata Emar.

Pemerintah menyediakan aplikasi sinyaltvdigital untuk melakukan pengecekan keberadaan siaran digital, dapat diunduh dengan sistem operasi ios maupun android. Aplikasi ini dapat membantu masyarakat untuk melihat kekuatan sinyal TV Digital, jumlah multipleksing dan jumlah stasiun/program di sebuah daerah.

Dengan informasi tersebut, masyarakat dapat mengarahkan antena rumah ke lokasi pemancar terdekat sehingga membantu tangkapan tayangan siaran TV digital secara optimal.

Perlu diketahui bahwa Siaran TV Digital adalah siaran yang ditangkap dengan UHF, bukan streaming internet serta bukan pula televisi berlangganan yang menggunakan satelit atau kabel. Siarannya gratis untuk diterima, tidak perlu kuota internet atau biaya langganan. 


Kontak

Ceritakan pengalamanmu tentang siaran televisi digital:

Telepon:

159 (call center)