Countdown

X Tutup

Sulut Sambut Siaran TV Digital 2022 Melalui Pertunjukan Virtual Kesenian Daerah

Migrasi Televisi Analog menuju Digital merupakan bagian dari salah satu aspek guna menunjang kualitas siaran yang memadai dari aspek teknologi.

MANADO, SULAWESION.COM – Tak bisa dipungkiri, perkembangan digitalisasi kini menjadi market utama dalam semua lini. Presiden Republik Indonesia (RI), Ir. Joko Widodo melalui Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) melakukan pembaharuan penyiaran siaran Televisi  Analog ke Digital, yang nantinya akan ditetapkan pada Dua November, Tahun 2022 mendatang.

Ketertinggalan negara Indonesia atas transformasi digital dibandingkan negara-negara lain, termasuk negara tetangga seperti Malaysia dan Brunei Darussalam, menjadi salah satu alasan yang mengharuskan Indonesia untuk terus menggenjot kemajuan dalam kancah Internasional.

Selain itu, hal tersebut telah termaktub dalam Undang Undang Cipta Kerja Pasal 60A yang berbunyi; (1) Penyelenggaraan penyiaran dilaksanakan dengan mengikuti perkembangan teknologi termasuk migrasi penyiaran dari teknologi analog ke teknologi digital; (2) Migrasi penyiaran televise terrestrial dari teknologi analog ke teknologi digital sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan penghentian siaran analog (analog switch off) diselesaikan paling lambat dua tahun sejak dimulai berlakunya Undang Undang ini; (3) Ketentuan lebih lanjut mengenai migrasi penyiaran dari teknologi analog ke digital sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur dengan Peraturan Pemerintah.

Kepada awak media, Wakil Ketua KPID Sulawesi Utara (Sulut), Reidi Sumual, S.Sos.,S.H mengatakan, peran KPID dalam hal pengawasan sangatlah penting, sebab memiliki konsekuensi dari migrasi siaran ke digital, karena akan lahir lebih banyak konten-konten siaran.

“Kami kembali ke Undang Undang penyiaran pasal 45, di situ disebutkan semua lembaga penyiaran harus menyampaikan aksi syarat, baik audio maupun fisualnya. Dengan cara itu kami memiliki dokumentasi untuk mengecek kalau ada aduan siaran-siaran  yang tidak patut atau melanggar Undang Undang penyiaran, termasuk melanggar P3SPS (Pedoman Perilaku Penyiaran Standar Program Siar),” kata Sumual usai menghadiri acara Pertunjukan Virtual Kesenian Daerah yang digelar di TVRI Sulut, Jl. Televisi Tikala-Banjer, Kota Manado, Sabtu (06/11) Malam Hari.

Sementara itu, Mesania Mimaisa Sebayang, M.H, selaku Sub Koordinator LPS dan LPA Televisi Kemkominfo menjelaskan, langkah strategis yang diambil oleh pemerintah dalam memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar pesan dan tujuan dari kebijakan perpindahan televisi digital tercapai, dilakukan melalui ‘Pertunjukan Rakyat Migrasi Televisi Analog menuju Digital’ yang disampaikan dengan bahasa sederhana dan mudah dipahami.

Pada setiap pertunjukan, akan menghadirkan narasumber ahli di bidang penyiaran, media komunikasi, pemerintah, perumus kebijakan, pelaku usaha, pelaku industri pertelevisian, akademisi, dan pemerhati ekonomi digital.

“Kita mempunyai Tim Gugus Tugas untuk Migrasi Digital, salah satunya adalah kegiatan pertunjukan kesenian daerah.  Mungkin tahun ini, ada 15 provinsi untuk mengadakan kegiatan seperti ini. Tapi selain ini, di tim yang lain juga kita rutin setiap minggu ada sosialisasi, tapi Karena kondisinya pandemi kita virtual,” jelas Sebayang.

Ia menambahkan, terkait transformasi digital nantinya akan ada bantuan dari pemerintah, namun bagi yang memiliki televisi.

“Pasti ada bantuan, karena memang di Peraturan Menterinya juga begitu.  Cuma secara teknisnya nanti akan dikoordinasikan dengan instansi terkait, data- data terkait masyarakat kurang mampu itu seperti apa. Karena ada kategorinya juga, yang pasti masyarakat yang ada televisinya,” tambahnya.

Soal target kapan akan dimulainya hal ini di Sulut, Dra. Ivone R.J. Kawatu, yang juga merupakan  Kabid Kominfo Publik Provinsi Sulut menuturkan, masyarakat bisa mengetahui lebih jauh terkait dengan peralihan.

“Targetnya sesegera mungkin, karena ini kan penghentiannya di tanggal 30 April 2022, jadi secepatnya,” tutur Kawatu.

Menurutnya, alih siaran televisi digital dilakukan bukan hanya bersinergi dengan KPID , TVRI, dan lainnya, tetapi disosialisasikan  lewat media-media yang ada seperti Media Masa, Media Social, kemudian Media Luar Ruangan, Televisi, dan Radio.

Masih di tempat yang sama,  Koordinator Umum TVRI Sulut, Subiyanto, S.H, mengatakan pihaknya telah matang dalam menyambut transformasi digital tahun depan.

“Soal kesiapan kita sudah siap. Kita sudah berusaha , jam Sembilan pagi setiap Senin sampai Jumat itu live dialog selama Tiga jam,” kata Subiyanto optimis.

Perlu diketahui, Provinsi Sulut berada dalam daftar ke-10 lokasi khusus wilayah pertunjukan rakyat yang diselenggarakan oleh Tim Pokja Komunikasi Publik ASO (Analog Switch Off). Dengan target membangun pemahaman, kepercayaan, dan partisipasi publik untuk bersama-sama beralih menggunakan televisi analog ke digital.

Sedangkan,  Pertunjukan Virtual Kesenian Daerah yang digelar di TVRI Sulut mengusung tema ‘Bersiap Digital Sambut Siaran TV Digital dari Sulawesi Utara’ menampilkan Penari dan Musik Tari Tangkap Cakalang (kesenian khas Provinsi Sulut), serta menghadirkan dua Pelawak Lokal yaitu Ramli Hiola alias Amoy dan Kale.


Kontak

Ceritakan pengalamanmu tentang siaran televisi digital:

Telepon:

159 (call center)