Countdown

X Tutup

Sosialisasi ASO dan Seremoni Penyerahan Bantuan STB Kementerian Kominfo RI bersama Komisi I DPR RI

Sosialisasi ASO dan Seremoni Penyerahan Set Top Box (STB) Kementerian Kominfo dan Komisi 1 DPR RI di Bukittinggi.

Bukittinggi, Kupasonline- Adanya program pemerintah yang akan mengubah siaran televisi dari analog ke digital berbagai upaya terus dilakukan. Salahsatunya yaitu memberikan sosialisasi pada masyarakat serta membagikan perangkar Set Top Box (STB) yang berfungsi mengubah siaran analag pada siaran televisi digital. 

Tidak hanya itu, pada diskusi yang diikuti ratusan masyarakat juga diadakan pembagian Set Top Box pada rumah tangga miskin.

Pada sebuah diskusi di Hotel Denay Bukittinggi pada Sabtu (27/8/2022) menghadirkan Nursodik Gunarjo (Direktur Pengelolaan Media Kementerian Kominfo RI), Indonesia sudah berkomitmen menjadi bangsa yang bertransformasi digital. 

Teknologi analog penyiaran tv-tv dari TVRI sampai TV swasta di daerah semua menggunakan teknologi analog yang mengkonsumsi ruang udara yang lebih besar. Lalu ide melakukan transformasi Digital dari lembaga penyiaran televisi di seluruh Indonesia. 

Semua ini adalah teknologi penyiaran digital yaitu akan menghemat ruang udara yang digunakan, tadinya sekitar berapa bandwidth itu. Dengan adanya ruang udara yang lebih besar untuk digunakan bagi koneksi internet yang lebih cepat dan lebih baik.

” Dengan memiliki ruang udara yang lebih cepat dan lebih baik maka Indonesia akan lebih mudah melakukan transformasi digital dan siaran televisi pun dengan menggunakan teknologi digital tidak hanya lebih efisien tetapi keuntungan untuk kita sebagai konsumen atau penonton adalah gambar menjadi lebih jernih gambar menjadi lebih bagus suara juga lebih bagus dan sesuai dengan semua teknologi yang dimiliki oleh para tanpa digital yang sudah kita miliki itu,” ungkap Nursodik Gunarjo.

Sementara Muhammad Iqbal, S.E., M.Com. (Anggota Komisi I DPR RI) melihat ada 18 TV di Kabupaten Provinsi Jawa Barat yang tersebar di 27 Kabupaten Kota siap juga dalam menyambut analosis off. ”

Bahkan pada bulan Maret lalu memperingati tiga TV keluaran. Satu SMTV di Sumedang itu switch on sudah kami peringati datang ke sana kami memperingati. Kedua MQTV punya Hakim di Daarut Tauhiid dan ke tiga Radar TV di Tasik dan yang lain-lain. Alhamdulillah siap untuk menyambut analog Swiss of tahun ini,” ungkap Muhammad Iqbal.

Berikutnya, Nashrian Bahzein (Pemred Padang TV) menyampaikan kenapa harus beralih ke TV digital, perlu diketahui bahwa ini memang sudah menjadi amanat undang-undang di sana tercantum ketentuan bahwa analog switch off atau perpindahan dari televisi analog ke televisi digital ini kalau sebutannya simigrasi. 

Atau migrasi analog ke digital diselesaikan paling lambat dua tahun sejak undang-undang Cipta terjatuh diundangkan pada tanggal 2-11-2018. Seluruh sistem menggunakan penyiaran analog untuk televisi sudah harus ditutup.

” Kalau di televisi digital Satu Frekuensi ini bisa digunakan bersama-sama antara 6-13 stasiun televisi, bayangkan yang tadinya satu dipakai satu sekarang satu bisa dipakai maksimal bisa 13 stasiun televisi menggunakan Satu Frekuensi ini merupakan penghematan yang luar biasa,” papar Nshrian 

Beberapa pertanyaan juga muncul dari peserta diskusi, seperti pertanyaan dari Tomy Rahman, masyarakat miskin akan mendapatkan set-top-box secara gratis dengan syarat terdaftar dalam dtks Hai saya pertanyaan Apakah ada syarat lain selain terdaftar dalam dtks, tapi saking miskinnya dia belum punya TV, apakah pemerintah sekaligus memberikan dengan tv-nya atau bagaimana? 

Menanggapi itu Nashrian Bahzein (Pemred Padang TV) menyampaikan bahwa biasanya distribusi dari pemerintah ini tidak pernah bisa dilakukan secara instan, pemerintah pun melakukannya secara hati-hati karena yang digunakan ini uang rakyat harus ada pertanggungjawaban yang jelas. 

Pertanyaan dari Aping yang menyampaikan dia punya kampung yang jauh menuju berapa bukit, kadang untuk mendapatkan siaran yang bagus menggunakan parabola. Apakah siaran digital itu bisa masuk atau bagaimana. 

Ditanggapi Muhammad Iqbal, S.E., M.Com. (Anggota Komisi I DPR RI)
Jadi frekuensi yang digunakan untuk siaran yang parabola dengan tinggi dan siaran digital tidak bisa diterima oleh siaran yang diperuntukkan untuk parabola dan tidak bisa ditangkap oleh siaran televisi digital.ran analog teresterial itu bisa jadi ya blom bisa juga menangkap digital terrestrial makanya memakai parabola. Pertanyaan dari Agus, set top box itu berbagai macam merek, apakah sama atau ada perbedaannya, karena ada yang harganya standar ada yang mahal juga.

Hal ini dijawab oleh Nursodik Gunarjo (Direktur Pengelolaan Media Kementerian Kominfo RI), STB itu dianjurkan tersertifikasi oleh pemimpin dan biasanya bisa untuk menangkap siaran televisi digital.
 (ikhwan) 

https://www.kupasonline.com/sosialisasi-aso-dan-seremoni-penyerahan-bantuan-stb-kementerian-kominfo-ri-bersama-komisi-i-dpr-ri/2/

Kontak

Ceritakan pengalamanmu tentang siaran televisi digital:

Telepon:

159 (call center)