Countdown

X Tutup

Siaran TV Digital Menghasilkan Gambar Yang Bersih Dan Suara Yang Lebih Jernih

Prof. Henri Subiakto, Staf Ahli Menkominfo Bidang Hukum, Hardly Stefano Fenelon Pariela, S.E., M.KP, Komisioner Bidang Kelembagaan KPI Pusat, dan Bambang Santoso, Ketua Umum ATVLI (Asosiasi Televisi Lokal Indonesia) menjadi pembicara dalam Webinar "Siaran Bersih, Jernih, Canggih dari Perbatasan"

JAKARTA, Koranindopos.com – Sejak tahun 2007, pemerintah telah mencanangkan migras dari televisi (TV) analog ke TV digital. Namun rencana tersebut sempat terhalang oleh sistem regulasi.

Seperti diketahui, di ASEAN, hanya tinggal Indonesia dan Timor Leste yang belum melakukan migrasi dari TV analog ke TV digital. Padahal migrasi dari TV analog menjadi TV digital sangatlah penting karena siaran TV digital hemat penggunaan frekuensi radio.

Dan hasil penghematan tersebut salah satunya dipergunakan untuk peningkatan kualitas internet dan informasi kebencanaan.

Siaran TV digital tentunya juga akan menghasilkan gambar siaran yang lebih bersih, suara yang lebih jernih, dengan teknologi yang semakin canggih. Migrasi TV analog ke TV digital akan dilakukan dalam 3 tahap dengan daerah sasaran yang berbeda-beda.

Tahap pertama direncanakan selesai pada 30 April 2022, tahap kedua pada 25 Agustus 2022, dan tahap ketiga yang disertai dengan Analog Switch Off (ASO) pada 2 November 2022.

Dalam rangka diseminasi dan implementasi kebijakan migrasi siaran TV analog ke TV digital kepada masyarakat, yang telah diamanatkan dalam UU Cipta Kerja pasal 60A, Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan kegiatan webinar dengan tema Siaran Bersih, Jernih, Canggih dari Perbatasan dengan nara sumber Prof. Henri Subiakto, Staf Ahli Menkominfo Bidang Hukum, Hardly Stefano Fenelon Pariela, S.E., M.KP, Komisioner Bidang Kelembagaan KPI Pusat, dan Bambang Santoso, Ketua Umum ATVLI (Asosiasi Televisi Lokal Indonesia).

Dalam pemaparannya, Prof Henri mengatakan bahwa digitalisasi bukan hanya untuk kepentingan penyiaran saja, bukan untuk kepentingan pemerintah, tetapi untuk Indonesia, untuk kita semua. Dimana melalui saluran digital ini akan ada penataan frekuensi sehingga akan menguntungkan semua pihak. 

Salah satu manfaat dari penghentian siaran TV Analog bagi wilayah perbatasan adalah menghindari interferensi spektrum frekuensi radio dengan negara-negara tetangga. Dengan digitalisasi, penggunaan spektrum frekuensi radio di daerah perbatasan negara dapat lebih harmonis dan tidak saling mengganggu

Komisioner Bidang Kelembagaan KPI Pusat, Hardly Stefano mengingatkan bahwa banyaknya pilihan saluran televisi melalui modulasi digital, harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas masyarakat dalam literasi media. Penonton yang cerdas akan mendorong hadirnya tontonan yang berkualitas, demikian pula sebaliknya.

Sementara Bambang Santoso memberi masukan kepada pemerintah untuk melakukan implementasi secara lokal terlebih dahulu, perlunya sinergi semua stake holder untuk mengimplementasikan kebijakan agar berjalan dengan lancar. (AL)

https://koranindopos.com/siaran-tv-digital-menghasilkan-gambar-yang-bersih-dan-suara-yang-lebih-jernih/

Kontak

Ceritakan pengalamanmu tentang siaran televisi digital:

Telepon:

159 (call center)