Countdown

X Tutup

Siaran TV Analog di Mandalika Stop 30 April 2022

Ilustrasi: Seorang pekerja berdiri di bukit 360 Pertamina Mandalika International Street Circuit di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Jumat (28/1/2022). Antara/Ahmad Subaidi

Jakarta. Pengakhiran siaran TV Analog atau Analog Switch Off (ASO) berlangsung tahun ini. Ada tiga tahapan pengakhiran menurut Peraturan Menteri Kominfo No.6 tahun 2021 (yang telah direvisi dengan Peraturan Menteri Kominfo No. 11/2021) tentang Penyelenggaraan Penyiaran. 

Tahap pertama, 30 April 2022, tahap kedua 25 Agustus 2022, dan tahap ketiga sekaligus terakhir 2 November 2022. Hal itu disampaikan Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika Rosarita Niken Widyastuti dalam Webinar dengan tema “Aku Beralih ke TV Digital”, Rabu (19/1/2022).

Ada empat daerah di kawasan Provinsi Nusa Tenggara Barat masuk tahap pertama ASO. Salah satunya Kabupaten Lombok Tengah, tempat sirkuit Mandalika berada. Sirkuit yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada 12 November 2021 silam, akan menjadi salah satu ajang adu cepat MotoGP musim 2022.  

Tiga daerah lainnya yang mengalami penghentian siaran TV analog di NTB pada 30 April 2022 adalah Kabupaten Lombok Barat, Lombok Timur, dan Kota Mataram. Masyarakat di kawasan tersebut perlu segera mempersiapkan diri beralih ke siaran TV Digital. 

Sekalipun demikian, Stafsus Niken mengajak masyarakat beralih tanpa menunggu tanggal penjadwalan. Siaran TV Digital yang bersih gambarnya, jernih suaranya, dan canggih teknologinya sudah bisa dinikmati saat ini.

“Publik memperoleh penyiaran yang berkualitas. Bahasa sederhananya, siaran yang diterima masyarakat tidak ada lagi semutnya, dan tidak ada gangguan sinyal meskipun sedang hujan,” katanya. 

Lebih lanjut Stafsus Niken menerangkan, manfaat ASO juga dirasakan seluruh Lembaga Penyiaran, baik Lembaga Penyiaran Swasta, Lembaga Penyiaran Publik, maupun Lembaga Penyiaran Komunitas. Salah satu manfaatnya yaitu penghematan penggunaan frekuensi siaran. 

Lembaga Penyiaran memiliki peran penting dalam mendorong proses migrasi. Stafsus Niken mendorong Lembaga Penyiaran terus meningkatkan sosialisasi adanya migrasi program ke siaran TV Digital. “Kalau tidak, bisa kehilangan penonton karena tidak mengetahui siaran atau programnya telah bermigrasi ke TV Digital,” katanya. 

Di sisi lain, migrasi ini juga membawa manfaat jauh lebih besar pada masa mendatang. Direktur Penyiaran Ditjen PPI Kemenkominfo Geryantika Kurnia dalam Talkshow bertema “Jawa Timur Siap ASO” pada September tahun lalu memaparkan migrasi adalah langkah penting Indonesia dalam transformasi digital. 

“Bukan semata-mata kita pindah dari siaran analog ke digital saja, tetapi multiplier effect-nya. Target presiden adalah pencanangan transformasi digital. Kita ingin meningkatkan ekonomi digital. Kita akan mendapatkan efisiensi frekuensi, atau digital dividend. Ini untuk mendukung internet kecepatan tinggi,” ungkapnya.  

Untuk itu, Kementerian Kominfo terus menerus mendorong masyarakat bermigrasi ke siaran TV Digital. Lebih cepat, lebih baik. Apalagi dengan momentum adanya balapan MotoGP pada 18 hingga 20 Maret 2022, masyarakat Indonesia penggemar adu cepat motor yang tidak ada kesempatan menonton langsung bisa menikmati lewat siaran TV Digital. Gambarnya bersih, suaranya jernih dan teknologinya canggih. 

Cara Beralih ke Siaran TV Digital 

Beralih ke siaran TV Digital itu mudah. Pertama adalah memeriksa pesawat televisi masing-masing. Lakukan saja scanning ulang program siaran. Pesawat televisi yang sudah ada tuner standar DVBT2 di dalamnya, otomatis televisi digital bisa menangkap dan menayangkan program-program siaran TV Digital.

Namun, setelah lakukan pindai (scanning) ulang program, dan siaran yang ada di televisi masih sama dengan sebelumnya, berarti pesawat televisi masih analog. Ingat siaran TV Digital itu gambarnya benar-benar bersih dan suaranya canggih. Jadi bila gambarnya masih sama dengan sebelumnya, bisa dipastikan siaran TV digital belum tertangkap. 

Pesawat TV analog memerlukan alat tambahan bernama Set Top Box (STB) DVBT2 agar bisa menangkap sinyal TV Digital. Setelah STB dirangkaikan dengan televisi lama atau tabung, siaran TV digital akan tertangkap di pesawat televisi. 

Satu hal perlu mendapat perhatian masyarakat yaitu pastikan saat membeli STB atau pesawat televisi digital ada keterangan produk telah tersertifikasi Kementerian Kominfo. Tanda sertifikasi memberikan jaminan kesesuaian teknologi, spesifikasi teknis dan keamanannya. Bila teknologi atau spesifikasi teknisnya berbeda, perangkat tersebut belum tentu bisa menangkap siaran TV Digital di Indonesia secara optimal. 

Daftar perangkat yang sudah tersertifikasi bisa dilihat di website siarandigital.kominfo.go.id. Untuk data termutakhir (diperbarui pada 11 Januari 2022), klik https://sertifikasi.postel.go.id/sertifikat/publish. Tanda lainnya yang lebih populer adalah adanya tulisan “Siap Digital”, atau logo Maskot Digital Indonesia (MODI)  dalam kemasan. 

Siaran TV Digital bukan streaming internet serta bukan pula televisi berlangganan yang menggunakan satelit atau kabel. Segera beralih ke siaran TV Digital. tidak perlu kuota internet atau biaya langganan untuk menontonnya. 

(VNP/AF/Tim Komunikasi dan Edukasi Publik Migrasi TV Digital Kemenkominfo)


Kontak

Ceritakan pengalamanmu tentang siaran televisi digital:

Telepon:

159 (call center)