Countdown

X Tutup

Siaran TV Analog di Kota Ambon dan Seram Bagian Barat Berhenti 30 April 2022

Ilustrasi: Suasana malam hari Jembatan Merah Putih yang menghubungkan Desa Rumah Tiga (Poka) dan Desa Hative Kecil atau Galala dan sekaligus menjadi ikon Kota Ambon, Maluku. Dok. dispar.malukuprov.go.id

Jakarta. Secara nasional, siaran TV analog yang setiap harinya ditonton masyarakat Indonesia tahun ini dimatikan. Ada tiga tahapan penghentian siaran TV Analog atau Analog Switch Off (ASO). Tahap pertama 30 April 2022, selanjutnya 25 Agustus 2022, dan tahap terakhir 2 November 2022. Selanjutnya,  Indonesia sepenuhnya beralih ke siaran TV Digital. 

Sebagaimana tertuang di Peraturan Menteri Kominfo No.6 tahun 2021 (yang telah direvisi dengan Peraturan Menteri Kominfo No. 11/2021) tentang Penyelenggaraan Penyiaran di dalamnya terdapat pengaturan tahapan penghentian siaran televisi analog. Hal itu disampaikan Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika Rosarita Niken Widyastuti dalam Webinar dengan tema “Aku Beralih ke TV Digital”, Rabu (19/1/2022).

Kota Ambon dan Kabupaten Seram Bagian Barat masuk tahap pertama ASO. Siaran televisi di tempat tersebut tidak lagi menampilkan gambar dan suara sebagaimana biasanya per tanggal 30 April 2022. 

Sekalipun demikian, Stafsus Niken mengajak masyarakat untuk segera beralih tanpa perlu menunggu jadwal tahapan yang sudah ada. Siaran TV Digital yang bersih gambarnya, jernih suaranya, sudah bisa dinikmati saat ini. Cara beralih ke siaran TV Digital juga mudah. 

Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika Rosarita Niken Widiastuti menjelaskan alasan mengapa masyarakat harus beralih ke TV Digital. Menurutnya, siaran TV Digital merupakan teknologi yang membuat pemirsa di rumah mendapatkan gambar yang jernih, suara yang berkualitas, serta gratis dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia.

“Migrasi ke TV Digital itu gratis, tidak dipungut biaya apapun. Untuk meringankan masyarakat tidak usah berlangganan TV kabel, cukup pakai antena yang biasa saja, dengan menambahkan Set Top Box (STB),” kata Stafsus Niken.

Cara Beralih ke TV Digital

Beralih ke siaran TV Digital itu mudah. Pertama adalah memeriksa pesawat televisi masing-masing. Lakukan saja scanning ulang program siaran. Pesawat televisi yang sudah ada tuner standar DVBT2 di dalamnya, otomatis televisi digital bisa menangkap dan menayangkan program-program siaran TV Digital.

Namun, setelah lakukan pindai (scanning) ulang program, dan siaran yang ada di televisi masih sama dengan sebelumnya, berarti pesawat televisi masih analog. Ingat siaran TV Digital itu gambarnya benar-benar bersih dan suaranya canggih. Jadi bila gambarnya masih sama dengan sebelumnya, bisa dipastikan siaran TV digital belum tertangkap. 

Pesawat TV analog memerlukan alat tambahan bernama Set Top Box (STB) DVBT2 agar bisa menangkap sinyal TV Digital. Setelah STB dirangkaikan dengan televisi lama atau tabung, siaran TV digital akan tertangkap di pesawat televisi. 

Satu hal perlu mendapat perhatian masyarakat yaitu pastikan saat membeli STB atau pesawat televisi digital ada keterangan produk telah tersertifikasi Kementerian Kominfo. Tanda sertifikasi memberikan jaminan kesesuaian teknologi, spesifikasi teknis dan keamanannya. Bila teknologi atau spesifikasi teknisnya berbeda, perangkat tersebut belum tentu bisa menangkap siaran TV Digital di Indonesia secara optimal. 

Daftar perangkat yang sudah tersertifikasi bisa dilihat di website siarandigital.kominfo.go.id. Untuk data termutakhir (diperbarui pada 11 Januari 2022), klik https://sertifikasi.postel.go.id/sertifikat/publish. Tanda lainnya yang lebih populer adalah adanya tulisan “Siap Digital”, atau logo Maskot Digital Indonesia (MODI)  dalam kemasan. 

Siaran TV Digital bukan streaming internet serta bukan pula televisi berlangganan yang menggunakan satelit atau kabel. Segera beralih ke siaran TV Digital. tidak perlu kuota internet atau biaya langganan untuk menontonnya. 

(VNP/AF/Tim Komunikasi dan Edukasi Publik Migrasi TV Digital Kemenkominfo) 

Kontak

Ceritakan pengalamanmu tentang siaran televisi digital:

Telepon:

159 (call center)