Countdown

X Tutup

Siap-siap Gorontalo dan Sulawesi Barat! Siaran TV Analog Mati di 30 April 2022

Ilustrasi: Warga mengunjungi wisata Malaqbi Green Park di kawasan perkantoran Gubernur Sulbar, Mamuju, Sulawesi Barat, Sabtu (18/12/2021). Antara/Akbar Tado

Jakarta. Siaran TV analog di Provinsi Gorontalo dan Sulawesi Barat akan dimatikan pada 30 April 2022. Tanggal tersebut merupakan tahap pertama penghentian siaran TV analog atau Analog Switch Off (ASO). 

Wilayah Layanan Siaran yang masuk tahap pertama tersebut adalah Kabupaten Gorontalo, Bone Bolango, Gorontalo Utara, Boalemo dan Kota Gorontalo di Provinsi Gorontalo. Lalu, Kabupaten Mamuju, di Provinsi Sulawesi Barat. 

Pada keseluruhan, ada 56 wilayah layanan yang terdiri dari 166 Kabupaten/Kota masuk dalam jadwal penghentian siaran TV analog tahap pertama. Setelah tanggal tersebut, layar televisi hanya menampilkan siaran TV digital. Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal SDPPI Ismail pada Konferensi Pers bertajuk ‘Penyesuaian Jadwal Tahapan Penghentian Siaran Televisi Analog’ yang diselenggarakan pada Jumat, (6/8/2021).

“Untuk melihat siaran televisi di perangkat yang ada, perlu bermigrasi ke siaran TV digital. Masyarakat perlu memperhatikan jadwal tersebut, terutama daerah terdampak. Tujuannya agar segala bentuk persiapan bermigrasi sudah bisa dilakukan,” katanya.

Pemerintah menyatakan infrastruktur siaran TV Digital, multipleksing (MUX) untuk area tahap pertama telah siap. Kesiapan itu secara tegas dinyatakan dalam paparan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi I DPR RI. Selasa, (16/11/2021).

“Untuk ASO tahap pertama, persentase kesiapan infrastruktur multipleksing sudah 100 persen sehingga cukup untuk menampung peralihan setiap siaran televisi analog secara keseluruhan,” paparnya. 

Sedangkan untuk daerah-daerah pada tahap ASO kedua dan ketiga, seluruh pembangunan infrastrukturnya ditargetkan untuk selesai dua bulan menjelang pelaksanaan ASO.

Cara Beralih ke TV Digital 
 
Beralih ke siaran TV Digital itu mudah. Pertama adalah memeriksa pesawat televisi masing-masing. Lakukan saja scanning ulang program siaran. Pesawat televisi yang sudah ada tuner standar DVBT2 di dalamnya, otomatis televisi digital bisa menangkap dan menayangkan program-program siaran TV Digital.

Namun, setelah lakukan pindai (scanning) ulang program, dan siaran yang ada di televisi masih sama dengan sebelumnya, berarti pesawat televisi masih analog. Ingat siaran TV Digital itu gambarnya benar-benar bersih dan suaranya canggih. Jadi bila gambarnya masih sama dengan sebelumnya, bisa dipastikan siaran TV digital belum tertangkap. 

Pesawat TV analog memerlukan alat tambahan bernama Set Top Box (STB) DVBT2 agar bisa menangkap sinyal TV Digital. Setelah STB dirangkaikan dengan televisi lama atau tabung, siaran TV digital akan tertangkap di pesawat televisi. 

Satu hal perlu mendapat perhatian masyarakat yaitu pastikan saat membeli STB atau pesawat televisi digital ada keterangan produk telah tersertifikasi Kementerian Kominfo. Tanda sertifikasi memberikan jaminan kesesuaian teknologi, spesifikasi teknis dan keamanannya. Bila teknologi atau spesifikasi teknisnya berbeda, perangkat tersebut belum tentu bisa menangkap siaran TV Digital di Indonesia secara optimal. 

Daftar perangkat yang sudah tersertifikasi bisa dilihat di website siarandigital.kominfo.go.id. Untuk data termutakhir (diperbarui pada 11 Januari 2022), klik https://sertifikasi.postel.go.id/sertifikat/publish. Tanda lainnya yang lebih populer adalah adanya tulisan “Siap Digital”, atau logo Maskot Digital Indonesia (MODI)  dalam kemasan. 

(VNP/AF/Tim Komunikasi dan Edukasi Publik Migrasi TV Digital Kemenkominfo)




Kontak

Ceritakan pengalamanmu tentang siaran televisi digital:

Telepon:

159 (call center)