Countdown

X Tutup

Siap-siap! 30 April 2022 TV Analog Dihentikan, Kemenkominfo Himbau Masyarakat Segera Migrasi Ke TV Digital

(Dari kanan) Ketua KPID Kaltim, Akbar Ciptanto, Staf Khusus Menkominfo, Rosarita Niken Widiastuti dan Kepala Dinas Kominfo Kaltim, Muhammad Faisal disela Pertunjukan Virtual Kesenian Daerah Kalimantan Timur, Jumat (18/3/2022)

KALTIMUTAMA – Berdasarkan undang-undang cipta kerja pasal 60A, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) terus mensosialisasikan Peralihan Siaran Televisi Analog ke Siaran Televisi Digital dan Secara bertahap migrasi ke TV Digital akan dilakukan setelah menghentikan siaran TV Analog pada tanggal 30 April 2022 mendatang.

Dalam rangka  mendorong masyarakat khususnya di Kalimantan Timur untuk segera beralih ke TV Digital, Kemenkominfo menggelar acara pertunjukan virtual kesenian rakyat Kalimantan Timur bertempat di Studio BTV Balikpapan pada jumat malam (18/3/22) dengan menghadirkan 3 narasumber yaitu Staf Khusus Menteri Kominfo Bidang Informasi dan Komunikasi publik (IKP), Dr. Rosarita Niken Widiastuti, Kepala Dinas Kominfo Kaltim Muhammad Faisal, dan Kepala Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kaltim Akbar Ciptanto.

Staf Khusus Menteri Kominfo Bidang Informasi dan Komunikasi publik (IKP), Dr. Rosarita Niken Widiastuti mengatakan masyarakat akan mendapatkan banyak keuntungan dari peralihan siaran TV analog ke TV digital ini yaitu menghadirkan kualitas gambar yang lebih bersih, suara yang lebih jernih dan canggih teknologinya. Bagi masyarakat yang ingin segera menikmati siaran televisi digital masih bisa menggunakan unit televisi dan antenna yang sudah dimiliki, hanya tinggal menambahkan atau menyambungkan alat converter frekuensi yang bernama set top box (STB) dengan DVB T2 digital video broadcasting second-generation terrestrial.

“Masyarakat sebetulnya tidak perlu khawatir, TV analog berbentuk tabung masih bisa digunakan hanya menambahkan STB, dan pemerintah akan memberikan STB gratis kepada rumah tangga miskin yang memenuhi syarat dari kementrian sosial”, Ujar Rosarita Niken Widiastuti.

Rosarita menerangkan STB gratis diperuntukkan bagi warga miskin yang telah memiliki TV analog  dan bantuan STB ini tidak hanya dari pemerintah namun juga dari penyelenggara MUX (Multipleksing) inilah yang akan memberikan bantuan STB gratis, kekurangannya nanti akan ditutupi oleh pemerintah.

“Masyarakat tidak perlu mencari STB kemana-mana, karena yang akan mendapatkan alat tersebut  khususnya yang mendapatkan bantuan dari Pemerintah. Alat tersebut akan dikirim langsung kerumah. Karena datanya sudah atas nama by name by adress, ada nama ada alamatnya,”, Terangnya.

Rosarita juga menyampaikan kelebihan dari peralihan siaran TV digital ini adalah menghasilkan digital dividend yaitu frekuensi yang begitu bernilai setelah adanya penghematan pemakaian frekuensi 700 mhz, selama puluhan tahun ini satu stasiun televisi menggunakan 1 frekuensi, dengan adanya TV digital kini 1 frekuensi dapat digunakan oleh 6 sampai 12 TV sehingga frekuensi lainnya dapat dimanfaatkan untuk teknologi lainnya seperti pengembangan 5G

“Jadi inikan sangat efisien sekali setelah dilakukan penataan ulang frekuensi maka frekuensi radio menjadi terbatas dan tidak bisa ditambah, oleh karena itu dengan beralihnya siaran tv digital yang tadinya untuk broadcasting kemudian dialihkan ke broadband sehingga ada frekuensi yang lebar untuk peningkatan akses internet”, Tuturnya.

Selain itu efek lain dari migrasi ke TV Digital ini adalah dapat meningkatkan perekonomian digital seperti UMKM bisa masuk ke marketplace, untuk akses pendidikan ,kesehatan dan kepentingan yang lain bisa terlayani termasuk industri kreatif, termasuk juga  peringatan dini bencana atau Early Warning System (EWS). Dirinya juga mengimbau kepada masyarakat Kaltim untuk tidak perlu menunggu Analog Switch-Off (ASO) tahap pertama atau penghentian siaran tahap pertama tanggal 30 April 2022 untuk beralih ke siaran TV Digital. 

Kadis Kominfo Kaltim Muhammad Faisal mengatakan persiapan Pemerintah Provinsi Kaltim menghadapi migrasi TV digital ini telah dimulai sejak bulan april 2021 namun karena diundur sampai 30 april 2022 mendatang dirinya mengaku Kaltim telah siap menyambut TV digital.

“Saya berani mengklaim kita mau yang pertama di Indonesia meresmikan namun diundur lagi sampai setahun dan ditetapkan 30 april ini, jadi saya rasa kaltim sangat siap. Saya secara pribadi sudah sosialisasi ke media sosial jadi rasanya kaltim 1 yaitu samarinda, kukar, dan bontang sudah cukup sosialisasi soal itu dan di pasaran sudah ramai pedagang berjualan STB”. Ujar Faisal. (dedy/ku)


Kontak

Ceritakan pengalamanmu tentang siaran televisi digital:

Telepon:

159 (call center)