Countdown

X Tutup

SCM/EMTEK Uji Coba Distribusi Set Top Box Dilakukan di Kota Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Tengah

SCM/EMTEK Uji Coba Distribusi Set Top Box Dilakukan di Kota Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Tengah. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Menjelang diberhentikannya siaran analog atau Analog Switch Off (ASO) Tahap 1, grup SCM/EMTEK melaksanakan uji coba distribusi STB di Wilayah Bengkulu 1 yang meliputi Kota Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Tengah. Lembaga Penyiaran Grup SCM/EMTEK yang memiliki izin sebagai penyelenggara multipleksing (Mux) adalah SCTV dan INDOSIAR.

Sebelum membagikan STB, Kementerian Kominfo telah menetapkan daftar penerimanya di semua wilayah. Daftar itu menjadi pedoman bagi penyelenggara mux dalam mendistribusikan STB. Dalam uji coba ini grup SCM/EMTEK telah menyerahkan STB kepada 15 orang penerima dari Kota Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Tengah dan melakukan instalasi STB di dua rumah penerima.

Uji coba distribusi yang dilakukan pada Rabu (9/3) menjadi langkah awal agar proses distribusi dan instalasi yang akan dilakukan selanjutnya dapat berjalan secara efektif.

"Uji coba distribusi dan instalasi STB ini dilakukan untuk mendapatkan data, informasi dan pengalaman lapangan agar dalam distribusi dan instalasi selanjutnya bisa lebih efektif, efisien dan lancar, baik menyangkut strategi, metode, mekanisme maupun pembiayaannya," demikian disampaikan Direktur Utama INDOSIAR yang juga Direktur Grup SCM, Imam Sudjarwo. 

Acara ini dihadiri oleh Phillip Gobang, Staf Khusus Menteri Kominfo sebagai perwakilan dari Kementerian Kominfo, Agung Suprio Ketua dari Komisi Penyiaran Indonesia, Mulyo Hadi Wakil Ketua KPI, Mimah Susanti dari Komisioner dan Korbid Pengawasan Isi Siaran KPI, Ketua dan komisioner KPID Bengkulu, Dinas Infokom dan Dinas Sosial dari Kota Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Tengah, Camat dan Kepala Desa dari berbagai wilayah penerima simbolis STB hari ini.

Kominfo dan KPI menyambut baik acara ini serta memberi apresiasi dan dukungan dalam pelaksanaan kegiatan uji coba distribusi STB pada Rabu (9/3). Dalam sambutannya Phillip Gobang, Staf Khusus Menteri Kominfo menyampaikan bahwa migrasi ke digital adalah sejarah perubahan penyiaran Indonesia.

"Di Bengkulu Bung Karno pernah menetap, dan dari Bengkulu hadir Ibu Negara pertama Republik Indonesia. Karena itu dengan dimulainya uji coba distribusi dan instalasi STB oleh grup SCM/EMTEK hari ini menandai ikutnya warga Bengkulu dalam setiap perubahan sejarah, yaitu beralihnya siaran ke digital," terang Philip.

Dengan perpindahan ke digital, peluang masyarakat untuk mengisi ruang-ruang konten penyiaran akan terbuka. Masyarakat juga bisa mengakses internet dengan lebih leluasa karena adanya kelebihan penggunaan frekuensi penyiaran.

Sementara itu Agung Suprio selaku Ketua KPI mengatakan bahwa distribusi STB oleh grup SCM/EMTEK ini akan membantu masyarakat untuk menerima siaran digital dengan kualitas gambar dan suara yang bagus. Termasuk siaran SCTV, INDOSIAR, O CHANNEL, MENTARI TV.

"Bengkulu masuk ke dalam kelompok Tahap 1 ASO tgl 30 April 2022. Grup SCM/EMTEK top dan luar biasa " ujar Agung Surprio.

Misraya salah satu penerima bantuan mengaku senang dan gembira atas STB yang diberikan."Alhamdulillah kami tetap bisa nonton siaran tv dengan bantuan STB ini. Selama ini banyak semutnya, tapi dengan bantuan dari SCTV dan INDOSIAR ini kami sudah bisa menonton banyak siaran televisi digital" ujarnya. 
[RWP]


Kontak

Ceritakan pengalamanmu tentang siaran televisi digital:

Telepon:

159 (call center)