Countdown

X Tutup

Saatnya Lembaga Penyiaran Gencarkan Sosialisasi Migrasi TV Digital

Suasana pertunjukan virtual kesenian rakyat daerah Sumatera Utara di TVRI Sumatera Utara, 5 Oktober 2021. Tim Komunikasi Publik dan Edukasi Migrasi TV Digital/Frederick Octavianus

beritasumut.com- Pengakhiran siaran TV Analog atau Analog Switch Off (ASO) semakin dekat. Sekalipun 2 November 2022 batas akhirnya, proses penghentian siaran TV Analog tahap pertama terjadwal lebih awal, yaitu 30 April 2022. Selanjutnya tahap kedua 25 Agustus 2022, dan tahap ketiga/ terakhir di tanggal tersebut di atas.

Pada tahap pertama, ada 56 wilayah layanan meliputi 166 kabupaten/kota di seluruh Indonesia yang ASO. Hampir separuh wilayah Indonesia, memasuki era baru penyiaran televisi, mulai migrasi ke TV digital pada 30 April 2022.

Tahap pertama ASO merupakan kesempatan baik bagi lembaga penyiaran mempromosikan peralihan programnya ke sistem TV Digital. Promosi yang gencar jadi cara mempertahankan penonton setia masing-masing lembaga penyiaran tersebut. Hal itu disampaikan Direktur Jenderal SDPPI Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Ismail dalam dialog interaktif di stasiun televisi swasta awal September 2021.

“Kami mendorong agar lembaga penyiaran menyiarkan tayangan unggulan di TV Digital dan tidak disiarkan di siaran TV Analog. Misalnya tayangan siaran langsung acara sepakbola, atau olahraga yang penting hanya disiarkan secara digital. Ini kan, bagus sekali bila tayangan favorit masyarakat hanya bisa dinikmati masyarakat secara TV Digital,” kata Ismail. 

 Gencarnya sosialisasi oleh televisi masing-masing berpotensi juga menambah jumlah penonton. Sistem siaran TV Digital membuka kesempatan lembaga penyiaran menjangkau masyarakat yang selama ini tidak terlayani sistem siaran TV Analog. 

Dari hasil survei internal ke masyarakat pada Juli 2021, Kementerian Kominfo mendapati bahwa televisi menjadi andalan untuk mendapatkan hiburan dan informasi. Hal itu disampaikan Direktur Penyiaran Direktorat PPI Kemenkominfo, Geryantika Kurnia dalam talkshow pada awal Agustus 202. 

“Acara favorit (sinetron 50,21 persen) ini tinggi, acara termasuk tinggi juga kepemirsaannya berita dan olahraga. Lalu, kepuasan menonton siaran TV digital, tercatat sangat puas 15,25 persen, puas 78 persen. Artinya, masyarakat yang merasa puas mencapai 94,15 persen,” kata Geryantika.

Geryantika menambahkan bahwa dalam survei yang sama, terlihat bahwa masyarakat mendapatkan ajakan untuk beralih ke siaran digital dari televisi. “Ada 76,8 persen. TV analog sangat efektif untuk mendorong masyarakat pindah ke digital. Mendorong ke siaran digital,” katanya. 


Kontak

Ceritakan pengalamanmu tentang siaran televisi digital:

Telepon:

159 (call center)