Countdown

X Tutup

Potret Kesiapan Masyarakat Beralih ke Siaran TV Digital

Usman Kansong, Direktur Jenderal IKP, Kominfo memberikan kata sambutan dalam acara webinar bertajuk “Survey Kesiapan Masyarakat dalam Mendukung Era Baru Siaran TV Digital", di Bogor, Jawa Barat, Rabu, 6 Juli 2022. Tim Komunikasi dan Edukasi Publik Migrasi TV Digital Kemkominfo/Wienda Parwitasari

Jakarta, Batas akhir penghentian siaran TV terestrial analog, sebagaimana amanat Undang-undang Nomor 11 Tahun 2021 tentang Cipta Kerja, yaitu  paling lambat tanggal 2 November 2022 tinggal beberapa bulan lagi. Salah satu hal penting dalam proses Analog Switch Off (ASO), ini adalah kesiapan masyarakat untuk beralih ke siaran TV Digital. 

Untuk memantau sekaligus mengetahui kesiapan masyarakat beralih, Kementerian Kominfo menggelar jajak pendapat. Hasil jajak pendapat menjadi masukan penting dalam penentuan berbagai langkah dalam memperlancar jalannya ASO di Indonesia. Semakin lengkap data, tentunya semakin akurat menggambarkan kesiapan masyarakat. Karenanya, Kominfo menggelar sebuah webinar yang bisa mendengar paparan hasil jajak pendapat dari berbagai lembaga riset. 

“Kini sudah hadir di tengah-tengah kita semua, narasumber dari lembaga-lembaga yang melakukan penelitian tentang kesiapan masyarakat dalam menyambut era TV digital. Nielsen Audience Measurement adalah Lembaga yang telah lama dikenal melakukan penelitian tentang kepemirsaan televisi di Indonesia, serta Litbang Kompas yang telah memiliki rekam jejak dalam melakukan berbagai penelitian,”demikian sambutan Usman Kansong, Direktur Jenderal IKP, Kominfo pada webinar bertajuk “Survey Kesiapan Masyarakat dalam Mendukung Era Baru Siaran TV Digital", Rabu, 6 Juli 2022. 
 
Selain dua lembaga tersebut, Kominfo menghadirkan lembaga riset, Multi Utama Risetindo. Lembaga ini mendapat tugas dari Kominfo untuk melakukan jajak pendapat sekaligus menghimpun data riil dari lapangan di seluruh daerah di Indonesia  yang selanjutnya menjadi bahan pembuatan strategi dalam persiapan ASO.  

Acara webinar yang menghadirkan berbagai lembaga survei bertujuan memberikan informasi akurat dan lengkap terkait potret kesiapan masyarakat. Makin lengkap dan akurat potretnya, berbagai kebijakan dan langkah bisa lebih tepat demi kelancaran program besar Indonesia dalam bertransformasi digital. 

Komisi 1 DPR Mendukung Jalannya ASO
Dukungan penting telah diungkapkan langsung oleh perwakilan Komisi 1 DPR RI. Wakil Ketua Komisi 1 DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari menyatakan sikap yang jelas yaitu penting sekali memastikan kelancaran dan ketepatan jadwal waktu ASO pada 2 November 2022.  

“ASO harus dilaksanakan sesuai dengan amanat Undang-Undang Cipta Kerja yaitu pada 2 November 2022,” demikian sambutan Abdul Kharis Almasyhari dalam webinar tersebut. 

Komisi I DPR berpandangan ASO di Indonesia harus sukses. Ini bukan waktu yang panjang untuk menyiapkan masyarakat Indonesia untuk berpindah dan bermigrasi ke siaran TV Digital.

Mengingat waktu yang relatif pendek, Abdul mengingatkan supaya dalam webinar ini bisa tersaji informasi dan pandangan yang pas tentang kesiapan masyarakat. Dengan informasi dan paparan hasil survei, dapat menjadi bekal memperkuat sinergi semua pemangku kepentingan. 

“Bapak Ibu sekalian, mari berpikir jernih, fakta dan kenyataan di lapangan. Mudah-mudahan bisa mendapatkan view paling pas, sehingga saat ASO dilaksanakan berjalan lancar,” kata Abdul. 

Paparan Hasil Survei, Kesediaan Masyarakat Beralih ke Siaran TV Digital Mencapai 76 Persen
Salah satu hasil penting webinar ini adalah temuan riset yang menyatakan kesediaan masyarakat beralih ke siaran TV Digital dengan membeli STB mencapai 76,89 persen. Riset oleh Multi Utama Risetindo pada bulan Maret 2022 menemukan hal tersebut ada dalam masyarakat. Angka tersebut muncul bila harga STB di kisaran harga Rp150 ribu. 

Kemauan beralih secara mandiri dengan cara membeli STB ini muncul karena memang tingkat ketertarikan terhadap siaran tv digital tinggi. Masyarakat menyatakan sangat tertarik untuk menikmati siaran tv digital. “Tingkat ketertarikan masyarakat untuk beralih ke siaran TV Digital yang tidak berbayar itu, di survei terakhir yaitu, Maret 2022 mencapai 72,2 persen,” kata Murdan Alfa Satyawan, Direktur PT. Multi Utama Risetindo. Dengan demikian, antara ketertarikan dan kemauan beralih di masyarakat, konsisten seiring sejalan. 

Satyawan dalam paparannya menjelaskan bahwa saat responden ditanya lebih lanjut, apa yang membuat tertarik beralih ke siaran TV Digital, ternyata ada informasi menarik. Selain gambar yang jelas dan suara jernih, faktor siaran tv digital tidak berbayar, pilihan channel lebih banyak, sinyal stabil, harga STB terjangkau, tidak menggunakan kuota internet, dan masih bisa memakai antena biasa adalah penentunya. Hal ini tentu penting diketahui bersama, bahwa beragam fitur dan nilai lebih siaran TV Digital memang benar-benar dirasakan masyarakat. 

Hal senada juga tercermin dari hasil jajak pendapat Litbang Kompas. Peneliti Utama Litbang Kompas BE. Satrio memaparkan ringkasan hasil riset. Ada dua kali jajak pendapat, yaitu tahun Juli 2020 dan November 2021. Sebagai informasi, survei kedua digelar atas inisiatif Kompas dan selanjutnya sudah terbit di kompas pada 1 Desember 2021. 

Hasil jajak pendapat Kompas pada 23-26 November 2021 yang melibatkan 509 responden berusia minimal 17 tahun dari 34 provinsi di Indonesia mencatat minat beralih dan menyaksikan siaran TV Digital pada masyarakat mencapai angka di atas 70 persen. 

Seturut temuan Litbang Kompas, tingkat ketertarikan tersebar merata di semua tingkatan usia. “Perinciannya sebagai berikut, generasi Y (24-39 tahun), 71 persen tertarik beralih ke siaran TV Digital, generasi X (40-55 tahun), 72 persen, generasi Z (kurang dari 24 tahun), 75, 3 persen, dan generasi baby boomers (56-74 tahun), 87,5 persen,” kata BE. Satrio. 

Sementara itu, Hellen Katherina, Executive Director PT. Nielsen Audience Measurement melihat dari sudut berbeda. Nielsen sebagai lembaga pengukur kepemirsaan televisi menyodorkan data bahwa di 11 kota yang terus dipantau oleh Nielsen, jumlah perangkat televisi yang sudah bisa menangkap siaran TV Digital sebanyak 16 persen. 

Bila angka tersebut ditambahkan dengan populasi TV berbayar atau Pay TV yang ada di 11 kota tersebut, angkanya mencapai 34 persen. Dengan kata lain, masyarakat yang sudah siap menghadapi ASO alias tvnya tidak mati saat ASO di 11 kota pantauan Nielsen, sebanyak 34 persen. 

“Kita memang tidak mengukur awareness masyarakat atas siaran TV Digital. Kita mengukur perangkat yang sudah ada dan dipakai di rumah tangga di 11 kota untuk menonton televisi,” kata Hellen. 

Pentingnya Kolaborasi Semua Pihak untuk ASO 2022
“Ada benang merah penting yang perlu ditarik dari Webinar hari ini. Pertama tentang tingkat kesiapan masyarakat : mulai dari membangkitkan awareness (tahu, dan sadar tentang TV digital); menumbuhkan interest (niat untuk beralih); dan sudah mengambil tindakan untuk beralih ke siaran TV digital. Kedua tentang bagaimana kesimpulan hari ini dapat menjadi modal untuk menambah erat kolaborasi antar pemangku kepentingan terutama baik Lembaga Penyiaran maupun pelaku industri yang berkaitan,” demikian tekanan dalam sambutan Dirjen IKP Kominfo, Usman Kansong.

Tingginya kesediaan masyarakat untuk beralih ke siaran TV Digital ditambah dengan tingkat ketertarikan pada siaran TV Digital mencapai di atas 70 persen menjadi modal awal lebih gencar mengajak masyarakat beralih tanpa perlu menunggu batas akhir ASO. 

Dalam catatan akhirnya, Ketua Gugus Tugas ASO sekaligus Direktur Penyiaran, PPI,  Kemenkominfo menyatakan bahwa Kominfo tidak bisa berlari kencang sendirian mendorong jalannya ASO. Semua pemangku kepentingan memiliki peran penting mendorong kelancaran ASO. 

“Semua tv swasta punya killer konten (acara unggulan dengan kepemirsaan tinggi). Kalau semua tv swasta bareng-bareng memindahkan killer konten ke siaran TV Digital, masyarakat pasti segera pindah ke siaran TV digital. Ini terbukti ketika acara sepak bola liga indonesia, siaran TV digital ada yang menyiarkan. Ketika Persib mau main, penjualan STB bisa naiknya luar biasa. Artinya, tidak mungkin kominfo sprint sendiri. Masing-masing berkolaborasi, yang intinya kolaborasi bersama, “ kata Geryantika menutup acara webinar tersebut. 
 
Dalam acara tersebut hadir juga Dewan Periklanan Indonesia (DPI), Asosiasi Pengusaha Pengiklan Indonesia (APINA), Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI), serta Gabungan Perusahaan Industri Elektronik dan Alat-Alat Listrik Rumah Tangga (Gabel). Kesemuanya menyatakan kesiapannya berkolaborasi mendorong kelancaran migrasi ke siaran TV Digital sekaligus mendukung amanat Undang-undang Nomor 11 Tahun 2021 tentang Cipta Kerja, untuk ASO selambat-lambatnya tanggal 2 November 2022. 

(VNP/AF/Tim Komunikasi Publik ASO)

Siaran Digital Indonesia
https://siarandigital.kominfo.go.id/
Twitter: @siarandigital
FB: Siaran Digital Indonesia
Instagram: @siarandigitalindonesia
Call Center: 159

Kontak

Ceritakan pengalamanmu tentang siaran televisi digital:

Telepon:

159 (call center)