Countdown

X Tutup

Per 30 April 2022, Siaran TV Analog Stop di 12 Wilayah Jawa Barat

Pertunjukan virtual kesenian wayang golek ringkes dan tari tablo daerah Jawa Barat di Bandung, Jawa Barat, Sabtu 15 Januari 2022. Tim Komunikasi Publik dan Edukasi Publik Migrasi TV Digital/Wienda Parwitasari

Jakarta.  Siaran TV di 12 wilayah Kota dan Kabupaten Provinsi Jawa Barat dimatikan pada 30 April 2022, yaitu tepat pada jadwal Analog Switch Off (ASO) tahap pertama. Daerah tersebut antara lain Kabupaten Garut, Cirebon, Kuningan, Kota Cirebon, Ciamis, Pangandaran, Tasikmalaya, Kota Banjar, Kota Tasikmalaya, Cianjur, Majalengka, dan Sumedang. Setelah tanggal tersebut, TV analog tidak lagi tayang dan secara penuh bersiaran di TV Digital. 

Penghentian siaran TV Analog atau Analog Switch Off (ASO) merupakan perintah Undang-undang. Dalam UU No. 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja Pasal 72 angka 8  menyatakan batas akhir ASO paling lambat 2 November 2022. Hal itu disampaikan oleh Direktur Jenderal SDPPI Kementerian Komunikasi dan Informatika Ismail dalam Talkshow bertajuk ‘Jawa Barat Siap Analog Switch Off (ASO)’ yang diselenggarakan secara daring pada Kamis, (19/8/2021).

“Sebelum batas akhir, ada dua tahap penghentian, yaitu pada 30 April dan 25 Agustus 2022,” katanya.

Dengan cepat beralih masyarakat bisa menikmati manfaat siaran TV Digital sejak awal. Siaran TV Digital itu gratis, bukan streaming internet serta bukan pula televisi berlangganan yang menggunakan satelit atau kabel. “Masyarakat Jawa Barat sejak sekarang bisa mulai menikmati siaran digital ini, tidak perlu menunggu sampai dengan di switch off,” katanya.

Segera Beralih ke TV Digital
Dirjen Ismail menjelaskan untuk menangkap siaran TV Digital sangatlah mudah. Apabila pesawat televisi sudah ada tuner standar Digital Video Broadcasting Terrestrial Second Generation (DVBT2) di dalamnya alias sudah digital, cukup lakukan pindai (scanning) ulang sinyal TV digital di sekitar tempat tinggal. Otomatis televisi digital bisa menangkap dan menayangkan program-program siaran TV Digital. 

“Bila TV masih analog, atau model tabung memerlukan tambahan Set Top Box (STB) DVBT2. Oleh karena itu, sekarang juga masyarakat langsung periksa pesawat televisi masing-masing,” katanya.

Untuk mengetahui lebih rinci tentang kekuatan sinyal, jumlah multipleksing dan jumlah stasiun/program yang sudah bersiaran di sebuah daerah, masyarakat dapat mengunduh aplikasi  ‘sinyaltvdigital’ yang tersedia di iOS/ Android. 

Salah satu kegunaan aplikasi tersebut adanya informasi ke arah manakah sebaiknya antena UHF di rumah ditujukan. Mengarahkan antena secara tepat, membantu hasil optimal tangkapan tayangan siaran tv digital.  

Dengan informasi dalam aplikasi itu, masyarakat dapat mengarahkan antena rumah ke lokasi pemancar terdekat sehingga membantu tangkapan tayangan siaran TV digital secara optimal.


(VNP/AF/Tim Komunikasi dan Edukasi Publik Migrasi TV Digital Kemenkominfo)

Kontak

Ceritakan pengalamanmu tentang siaran televisi digital:

Telepon:

159 (call center)