Countdown

X Tutup

Per 30 April 2022, Siaran TV Analog Mati di Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah dan Lombok Timur

Ilustrasi: Masyarakat Sasak Sade menggelar tradisi Peresean di Kampung Adat Sasak di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (21/1/2020). Antara/M N Kanwa

Jakarta. Tanggal penghentian siaran TV analog makin dekat. Masyarakat perlu segera mempersiapkan diri beralih ke siaran TV Digital. Penghentian siaran TV Analog atau Analog Switch Off (ASO) berlangsung dalam tiga tahap yaitu tahap pertama 30 April 2022, tahap kedua 25 Agustus 2022, dan tahap ketiga 2 November 2022. 

Pada tahap pertama ASO, sebagian masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Barat mengalaminya. Tepatnya penonton televisi di Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah dan Lombok Timur, tidak lagi bisa menonton televisi analog dan sepenuhnya siaran telah beralih ke TV Digital. Hal itu disampaikan Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika, Rosarita Niken Widiastuti dalam Talkshow bertajuk ‘Nusa Tenggara Barat (NTB) Siap Analog Switch Off (ASO)’ yang diselenggarakan secara daring. Kamis, (18/11/2021).

Stafsus Niken mengimbau agar masyarakat di Provinsi NTB segera beralih dan mendapatkan manfaat dari TV digital. “Siaran TV Digital lebih bersih gambarnya, jernih suaranya, canggih teknologinya, dan banyak programnya. Paling penting, tetap gratis menontonnya,” katanya.

Pemerintah pun telah menyiapkan infrastruktur penyiaran TV Digital. Salah satu infrastruktur pada wilayah tersebut yaitu multipleksing (MUX) telah siap 100 persen. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi 1 DPR RI. Selasa, (16/11/2021), Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyampaikan laporan kesiapan program migrasi siaran TV Analog ke siaran TV Digital. 

Dalam laporan tersebut Menteri Johnny menyebutkan bahwa kesiapan multipleksing (MUX) dalam menampung seluruh siaran di wilayah terdampak ASO tahap pertama telah siap. Kesiapan MUX bertujuan menjamin terpenuhinya hak mendapatkan informasi pada masyarakat.

“Dari 112 Wilayah Layanan Siaran yang menjadi target Analog Switch Off (ASO), 90 wilayah di antaranya atau sebanyak 80,63 persen telah memiliki infrastruktur multipleksing. Dengan kata lain, masyarakat di daerah-daerah tersebut sudah dapat menyaksikan siaran digital,” kata Menkominfo

Kebutuhan MUX di Nusa Tenggara Barat sejumlah tiga buah. Semuanya telah tersedia dan ketiga-tiganya sudah on, sudah beroperasi menyiarkan program siaran TV Digital. Menurut catatan Kementerian Kominfo, saat ini sudah mengudara Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI dan Lembaga Penyiaran Swasta (LPS) lainnya.

Cara Beralih ke TV Digital
 
Beralih ke siaran TV Digital itu mudah. Pertama adalah memeriksa pesawat televisi masing-masing. Lakukan saja scanning ulang program siaran. Pesawat televisi yang sudah ada tuner standar DVBT2 di dalamnya, otomatis televisi digital bisa menangkap dan menayangkan program-program siaran TV Digital.

Namun, setelah lakukan pindai (scanning) ulang program, dan siaran yang ada di televisi masih sama dengan sebelumnya, berarti pesawat televisi masih analog. Ingat siaran TV Digital itu gambarnya benar-benar bersih dan suaranya canggih. Jadi bila gambarnya masih sama dengan sebelumnya, bisa dipastikan siaran TV digital belum tertangkap. 

Pesawat TV analog memerlukan alat tambahan bernama Set Top Box (STB) DVBT2 agar bisa menangkap sinyal TV Digital. Setelah STB dirangkaikan dengan televisi lama atau tabung, siaran TV digital akan tertangkap di pesawat televisi. 

Untuk mengetahui lebih rinci tentang kekuatan sinyal, jumlah multipleksing dan jumlah stasiun/program yang sudah bersiaran di sebuah daerah, masyarakat dapat mengunduh aplikasi  ‘sinyaltvdigital’ yang tersedia di iOS/ Android. 

Dari aplikasi tersebut, masyarakat mendapatkan informasi ke arah manakah sebaiknya antena UHF di rumah ditujukan. Mengarahkan antena secara tepat, membantu hasil optimal tangkapan tayangan siaran TV digital.  Siaran TV Digital itu tetap menggunakan antena UHF. Antena yang selama ini dipakai tetap diperlukan, tidak perlu ganti antena. 

Siaran TV Digital bukan streaming internet serta bukan pula televisi berlangganan yang menggunakan satelit atau kabel. Tidak perlu mengganti antena, tetap dengan antena UHF untuk menangkap siarannya. Siarannya gratis untuk diterima, tidak perlu kuota internet atau biaya langganan.
 
(VNP/AF/Tim Komunikasi dan Edukasi Publik Migrasi TV Digital Kemenkominfo)
 


Kontak

Ceritakan pengalamanmu tentang siaran televisi digital:

Telepon:

159 (call center)