Countdown

X Tutup

Per 30 April 2022, Siaran TV Analog Dimatikan di 38 Kabupaten/ Kota di Pulau Jawa

Ilustrasi: Wisatawan berada di kaldera Kawah Ijen di Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (26/12/2021). Antara/Budi Candra Setya

Jakarta. Sebanyak 38 dari 119 Kabupaten dan Kota di Pulau Jawa tidak lagi bisa menonton siaran TV Analog per tanggal 30 April 2022. Pada tahun ini, secara bertahap siaran TV Analog dimatikan dan selanjutnya beralih ke siaran TV Digital. 

Penghentian siaran TV Analog atau Analog Switch Off (ASO) berlangsung dalam tiga tahap yaitu tahap pertama 30 April 2022, tahap kedua 25 Agustus 2022, dan tahap ketiga 2 November 2022. Hal itu disampaikan oleh Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam Talkshow bertajuk ‘Jawa Tengah Siap Analog Switch Off (ASO)’ yang diselenggarakan secara daring. Kamis, (26/8/2021).

Dirjen Usman mengimbau agar masyarakat di Pulau Jawa segera beralih dan mendapatkan manfaat dari TV digital. “Siaran TV Digital lebih bersih gambarnya, jernih suaranya, canggih teknologinya, dan banyak programnya. Paling penting, tetap gratis menontonnya,” katanya.

Berikut ini daftar 38 kabupaten dan kota di Pulau Jawa tersebut.

Provinsi Banten  ada 4 kabupaten dan kota
  1. 1. Banten 1 (Kab.Serang, Kota Cilegon, Kota Serang), 
  2. 2. Banten – 2  (Kabupaten Pandeglang), 

Provinsi Jawa Barat ada 12 kabupaten dan Kota 
  1. 1. Jawa Barat-2 (Kabupaten Garut), 
  2. 2. Jawa Barat – 3 (Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan, Kota Cirebon, 
  3. 3. Jawa Barat – 4 (Kabupaten Ciamis, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Banjar, Kota Tasikmalaya), 
  4. 4. Jawa Barat – 7 (Kabupaten Cianjur)
  5. 5. Jawa Barat – 8 (Kabupaten Majalengka, Kabupaten Sumedang, 

Provinsi Jawa Tengah 13 kabupaten dan kota 
1. Jawa Tengah – 2 (Kabupaten Blora) 
  1. 2. Jawa Tengah – 3 (Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Tegal,   Kota Pekalongan, Kota Tegal), 
  2. 3. Jawa Tengah – 6 (Kabupaten Rembang, Kabupaten Pati, Kabupaten Jepara), 
  3. 4. Jawa Tengah – 7 (Kabupaten Cilacap, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Brebes) 

Provinsi Jawa Timur 9 Kabupaten dan Kota ASO
1. Jawa Timur – 3 (Kabupaten Sampang, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Sumenep), 
  1. 2. Jawa Timur – 4 (Kabupaten Lumajang, Kabupaten Jember, Kabupaten Bondowoso) 
  2. 3. Jawa Timur – 5 (Kabupaten Situbondo), 
  3. 4. Jawa Timur – 6 (Kabupaten Banyuwangi), 
  4. 5. Jawa Timur – 10 (Kabupaten Pacitan), 

Pada tahap pertama ini, DKI Jakarta, DIY termasuk Kota Surakarta dan sekitarnya belum masuk. Kawasan padat tersebut terjadwal pada ASO tahap kedua yaitu 25 Agustus 2022. 

Masyarakat sudah bisa beralih ke siaran TV Digital sekarang, tanpa perlu menunggu batas akhir tahap pertama ASO. Pemerintah pun telah menyiapkan infrastruktur penyiaran TV Digital. Salah satu infrastruktur pada wilayah tersebut yaitu multipleksing (MUX) telah siap 100 persen. 

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi 1 DPR RI. Selasa, (16/11/2021), Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyampaikan laporan kesiapan program migrasi siaran TV Analog ke siaran TV Digital. 

Dalam laporan tersebut Menteri Johnny menyebutkan bahwa kesiapan multipleksing (MUX) dalam menampung seluruh siaran di wilayah terdampak ASO tahap pertama telah siap. Kesiapan MUX bertujuan menjamin terpenuhinya hak mendapatkan informasi pada masyarakat.

“Dari 112 Wilayah Layanan Siaran yang menjadi target Analog Switch Off (ASO), 90 wilayah di antaranya atau sebanyak 80,63 persen telah memiliki infrastruktur multipleksing. Dengan kata lain, masyarakat di daerah-daerah tersebut sudah dapat menyaksikan siaran digital,” kata Menkominfo

Dengan siapnya MUX, pemerintah menjamin hak masyarakat untuk mendapatkan informasi. Siaran dari lembaga penyiaran terus bisa berlangsung sekalipun ada migrasi dari sistem penyiaran analog ke digital.

Cara Beralih ke TV Digital
 
Beralih ke siaran TV Digital itu mudah. Pertama adalah memeriksa pesawat televisi masing-masing. Lakukan saja scanning ulang program siaran. Pesawat televisi yang sudah ada tuner standar DVBT2 di dalamnya, otomatis televisi digital bisa menangkap dan menayangkan program-program siaran TV Digital.

Namun, setelah lakukan pindai (scanning) ulang program, dan siaran yang ada di televisi masih sama dengan sebelumnya, berarti pesawat televisi masih analog. Ingat siaran TV Digital itu gambarnya benar-benar bersih dan suaranya canggih. Jadi bila gambarnya masih sama dengan sebelumnya, bisa dipastikan siaran TV digital belum tertangkap. 

Pesawat TV analog memerlukan alat tambahan bernama Set Top Box (STB) DVBT2 agar bisa menangkap sinyal TV Digital. Setelah STB dirangkaikan dengan televisi lama atau tabung, siaran TV digital akan tertangkap di pesawat televisi. 

Untuk mengetahui lebih rinci tentang kekuatan sinyal, jumlah multipleksing dan jumlah stasiun/program yang sudah bersiaran di sebuah daerah, masyarakat dapat mengunduh aplikasi  ‘sinyaltvdigital’ yang tersedia di iOS/ Android. 

Dari aplikasi tersebut, masyarakat mendapatkan informasi ke arah manakah sebaiknya antena UHF di rumah ditujukan. Mengarahkan antena secara tepat, membantu hasil optimal tangkapan tayangan siaran TV digital.  Siaran TV Digital itu tetap menggunakan antena UHF. Antena yang selama ini dipakai tetap diperlukan, tidak perlu ganti antena. 

Siaran TV Digital bukan streaming internet serta bukan pula televisi berlangganan yang menggunakan satelit atau kabel. Tidak perlu mengganti antena, tetap dengan antena UHF untuk menangkap siarannya. Siarannya gratis untuk diterima, tidak perlu kuota internet atau biaya langganan.
 
(VNP/AF/Tim Komunikasi dan Edukasi Publik Migrasi TV Digital Kemenkominfo)
 

Kontak

Ceritakan pengalamanmu tentang siaran televisi digital:

Telepon:

159 (call center)