Countdown

X Tutup

Per 30 April 2022, Kota Kendari dan Empat Daerah di Sultra Tidak Lagi Siarkan TV Analog

Ilustrasi: Pengunjung berfoto di maskot dan logo peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2022 di areal MTQ Square, Kendari, Sulawesi Tenggara, Minggu (6/2/2022). Antara/Jojon

Jakarta. Lima daerah di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengalami penghentian Siaran TV Analog atau Analog Switch Off (ASO) pada 30 April 2022. Setelah tanggal tersebut, layar televisi analog tidak lagi menampilkan gambar dan suara seperti sebelumnya. Kelima daerah tersebut adalah Kota Kendari, Kab. Konawe, Konawe Selatan, Konawe Utara, dan Konawe Kepulauan. 

Dijadikannya Kota Kendari sebagai tempat penyelenggaraan Hari Pers Nasional Tahun 2022 merupakan momentum penting untuk mengabarkan penghentian siaran TV Analog untuk selanjutnya beralih ke siaran TV Digital.

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika terus melakukan sosialisasi dan menyebarluaskan informasi peralihan dari siaran TV Analog ke siaran TV Digital. Masyarakat perlu mencatat bahwa siaran TV analog akan dimatikan dalam tiga tahapan. Demikian disampaikan Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika Rosarita Niken Widiastuti dalam Webinar dengan tema “Aku Beralih ke TV Digital”, Rabu (19/1/2022).

Sebagaimana tertuang di Peraturan Menteri Kominfo No. 6 tahun 2021 (yang telah direvisi dengan Peraturan Menteri Kominfo No. 11/2021) tentang Penyelenggaraan Penyiaran yang di dalamnya terdapat pengaturan tahapan penghentian siaran televisi analog. Tahap pertama, 30 April 2022, tahap kedua 25 Agustus 2022, dan tahap ketiga sekaligus terakhir 2 November 2022.

Sekalipun demikian, Stafsus Niken mengajak masyarakat beralih tanpa menunggu tanggal penjadwalan. Siaran TV Digital yang bersih gambarnya, jernih suaranya, dan canggih teknologinya sudah bisa dinikmati saat ini.

“Publik memperoleh penyiaran yang berkualitas. Bahasa sederhananya, siaran yang diterima masyarakat tidak ada lagi semutnya, dan tidak ada gangguan sinyal meskipun sedang hujan,” katanya. 

Lebih lanjut Stafsus Niken menerangkan, manfaat ASO juga dirasakan seluruh Lembaga Penyiaran, baik Lembaga Penyiaran Swasta, Lembaga Penyiaran Publik, maupun Lembaga Penyiaran Komunitas. Salah satu manfaatnya yaitu penghematan penggunaan frekuensi siaran. 

Lembaga Penyiaran memiliki peran penting dalam mendorong proses migrasi. Stafsus Niken mendorong Lembaga Penyiaran terus meningkatkan sosialisasi adanya migrasi program ke siaran TV Digital. “Kalau tidak, bisa kehilangan penonton karena tidak mengetahui siaran atau programnya telah bermigrasi ke TV Digital,” katanya. 

Cara Menangkap Siaran TV Digital 

Beralih ke siaran TV Digital itu mudah. Pertama adalah memeriksa pesawat televisi masing-masing. Lakukan saja scanning ulang program siaran. Pesawat televisi yang sudah ada tuner standar DVBT2 di dalamnya, otomatis televisi digital bisa menangkap dan menayangkan program-program siaran TV Digital.

Namun, setelah lakukan pindai (scanning) ulang program, dan siaran yang ada di televisi masih sama dengan sebelumnya, berarti pesawat televisi masih analog. Ingat siaran TV Digital itu gambarnya benar-benar bersih dan suaranya canggih. Jadi bila gambarnya masih sama dengan sebelumnya, bisa dipastikan siaran TV digital belum tertangkap. 

Pesawat TV analog memerlukan alat tambahan bernama Set Top Box (STB) DVBT2 agar bisa menangkap sinyal TV Digital. Setelah STB dirangkaikan dengan televisi lama atau tabung, siaran TV digital akan tertangkap di pesawat televisi. 

Satu hal perlu mendapat perhatian masyarakat yaitu pastikan saat membeli STB atau pesawat televisi digital ada keterangan produk telah tersertifikasi Kementerian Kominfo. Tanda sertifikasi memberikan jaminan kesesuaian teknologi, spesifikasi teknis dan keamanannya. Bila teknologi atau spesifikasi teknisnya berbeda, perangkat tersebut belum tentu bisa menangkap siaran TV Digital di Indonesia secara optimal. 

Daftar perangkat yang sudah tersertifikasi bisa dilihat di website siarandigital.kominfo.go.id. Untuk data termutakhir (diperbarui pada 11 Januari 2022), klik https://sertifikasi.postel.go.id/sertifikat/publish. Tanda lainnya yang lebih populer adalah adanya tulisan “Siap Digital”, atau logo Maskot Digital Indonesia (MODI)  dalam kemasan. 

Siaran TV Digital bukan streaming internet serta bukan pula televisi berlangganan yang menggunakan satelit atau kabel. Segera beralih ke siaran TV Digital. tidak perlu kuota internet atau biaya langganan untuk menontonnya. 

(VNP/AF/Tim Komunikasi dan Edukasi Publik Migrasi TV Digital Kemenkominfo) 

Kontak

Ceritakan pengalamanmu tentang siaran televisi digital:

Telepon:

159 (call center)