Countdown

X Tutup

Pemerintah Jelaskan Manfaat Beralih dari TV Analog ke Digital

Perencana Ahli Muda, Subkoordinator Perencanaan Infrastruktur Penyiaran Kementerian Komunikasi dan Informatika Indra Siswoyo. (Istimewa)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perencana Ahli Muda, Subkoordinator Perencanaan Infrastruktur Penyiaran Kementerian Komunikasi dan Informatika Indra Siswoyo menjelaskan, program Analog Switch Off (ASO) merupakan upaya untuk pemerataan pembangunan infrastruktur penyiaran. 

Indra memaparkan, TV Digital lebih efisien dalam pemanfaatan spektrum frekuensi. 

Dari segi operasional, pos penyelenggara digital dapat bekerjasama dengan penyelenggara multiplexing melalui skema sewa slot siaran TV digital. 

Kemudian dari sisi kualitas audio dan video, TV Digital jauh lebih baik dibandingkan dengan TV Analog.
“Sudah tidak ada lagi gambar semut dan berbayang yang biasanya muncul pada TV Analog,” ujar Indra dalam webinar dikutip Senin (25/10/2021).

Lebih lanjut Indra memaparkan, pemirsa TV Digital dapat menikmati kualitas standar gambar yang jernih (High Definition/HD), audio bisa sampai Dolby Stereo sehingga lebih nyaman untuk dinikmati.

TV Digital juga memiliki fitur canggih seperti sinopsis siaran program, siaran dapat dilihat oleh pemirsa secara harian dan mingguan serta dilengkapi dengan fitur Early Warning System untuk peringatan dini apabila terjadi bencana alam. 

“Peringatan dini bencana melalui TV Digital terbukti mampu meminimalisir dampak dan risiko bencana di Jepang. Harapannya Indonesia pun dapat memanfaatkan dan mengimplementasikannya, dapat meminimalisir dampak bencana yang terjadi di suatu daerah,” tambahnya.
Ia menegaskan masyarakat tidak perlu membeli pesawat TV baru atau berlangganan internet untuk memperoleh siaran TV Digital.

Masyarakat cukup membeli alat yang bernama set top box untuk menerima siaran TV Digital terrestrial. 

“Masyarakat tidak perlu membayar biaya langganan bulanan, tidak perlu beli pulsa internet karena ini bukan TV internet berbayar,” tegasnya.

Sementara, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Nusa Tenggara Timur, Aba Maulaka mengatakan meskipun masyarakat NTT belum memahami secara utuh program ASO, pihaknya berupaya agar program ini dapat terlaksana dengan baik sesuai jadwal.

Pihaknya juga memastikan agar toko-toko elektronik di NTT menyediakan set top box untuk menopang infrastruktur ASO. 

Terkait sosialisasi ASO ke masyarakat NTT, Kepala Stasiun TVRI NTT Tubagus M. Yusuf Hidayat mengatakan pihaknya telah berulang kali menayangkan sosialisasi virtual di siaran TVRI lokal terkait migrasi ke TV Digital, baik melalui talkshow dan running text. 

Program sosialisasi juga didukung penuh oleh Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah NTT, Fredrikus Royanto.

“Pada setiap kegiatan dan kesempatan, kami selalu menyampaikan pemahaman kepada masyarakat tentang migrasi ke TV Digital ini, agar masyarakat tidak salah persepsi dan program peralihan dapat terlaksana tepat waktu,” ujar Fredrikus.



 

Kontak

Ceritakan pengalamanmu tentang siaran televisi digital:

Telepon:

159 (call center)