Countdown

X Tutup

Migrasi TV Digital Persiapkan Datangnya Internet 5G

Guru mendampingi siswa saat pembelajaran menggunakan layanan internet gratis Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) di SDN 51 Simpang Kubu Kandang, Pemayung, Batanghari, Jambi, Sabtu (30/10/2021). Ada tujuh Keuntungan migrasi ke TV Digital, diantaranya untuk digital dividend untuk broadband, kebencanaan, public protection and disaster relief (PPDR). (Antara/Wahdi Septiawan)

JAKARTA, KabarMedan.com | Indonesia berpotensi jadi kekuatan baru dalam percaturan dunia Internasional. Adanya pembangunan infrastruktur dan akan datangnya bonus demografi, yaitu jumlah penduduk usia produktif jauh lebih besar dibandingkan usia non produktif jadi pendongkrak utama daya saing global. 

Salah satu infrastruktur penting di era transformasi digital adalah telekomunikasi. Menyelaraskan bonus demografi dan transformasi digital merupakan kunci utama menjadikan Indonesia kekuatan diperhitungkan.  

Sementara itu, bonus demografi sudah pasti akan terjadi, tetapi tidak dengan infrastruktur. Terlebih untuk infrastruktur pendukung transformasi digital menuju industri 4.0. Infrastruktur itu perlu perencanaan dan pembangunan. 

Presiden Joko Widodo memberikan arahan khusus tentang hal tersebut. Ada lima arahan demi mendukung percepatan bertransformasi ke digital. Satu dari kelima arahan tersebut menunjuk pada pentingnya menyiapkan infrastruktur layanan internet yang luas dan kuat menjangkau seluruh pelosok Indonesia. 

Arahan tersebut, salah satunya melalui penataan frekuensi 700 Mhz. Frekuensi tersebut penting karena berfungsi menjadi jalur utama layanan internet pita lebar atau 5G. Hanya saja, frekuensi tersebut selama ini jadi tempat siaran TV Analog. 

Teknologi siaran TV Analog kurang efisien dalam menggunakan frekuensi. Dengan beralih ke siaran TV Digital menjadikan penggunaan spektrum frekuensi 700 Mhz jauh lebih efisien. 

“Dampak positifnya akan tersedia ruang sisa di frekuensi pita 700 Mhz yang disebut digital dividend,” demikian penjelasan Direktur Jenderal IKP Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Usman Kansong dalam acara Talkshow bertema “Jawa Tengah Siap Analog Switch Off (ASO)” yang diselenggarakan secara daring belum lama ini.

“Keuntungan migrasi ke TV Digital, pertama yaitu efisiensi penggunaan spektrum frekuensi. Kedua, efisiensi infrastruktur industri penyiaran, ketiga peningkatan kualitas penyiaran, keempat mempertahankan diversity of ownership, kelima menumbuhkan industri konten atau diversity content, keenam digital dividend untuk broadband, kebencanaan, public protection and disaster relief (PPDR), yang ketujuh yaitu persaingan dunia penyiaran secara global, baik regional ASEAN maupun Internasional, dapat ditingkatkan,” kata Usman.

Usman memaparkan migrasi ke siaran TV Digital tidak sebatas hadirkan tayangan yang bersih gambarnya, jernih suaranya, dan canggih teknologinya. Bagi Indonesia, peralihan ke sistem penyiaran TV Digital membuka peluang kiprah lebih besar di dunia. 

“Saat pergerakan ekonomi di dunia masa depan bertumpu pada kualitas telekomunikasi dan informasi dalam beberapa tahun mendatang, Indonesia makin siap. Kualitas layanan internet telah mendukung era 4.0,” katanya. 

Itulah mengapa negara-negara dunia sebagian besar sudah beralih ke siaran TV Digital. Semuanya sedang mempersiapkan diri menyambut era baru ekonomi digital. Indonesia tepat pada 2 November 2022 akan sepenuhnya beralih ke sistem siaran TV Digital. 

Untuk menuju batas akhir tersebut, secara bertahap ada penghentian siaran TV Analog, yaitu tahap pertama 30 April 2022, tahap kedua 25 Agustus 2022, dan tahap ketiga/terakhir, 2 November 2022. 

Pemerintah mengajak seluruh komponen masyarakat bersama-sama mempersiapkan diri dan berpartisipasi. 

Masyarakat bisa berpartisipasi dengan cara melakukan pengecekan televisi di rumah masing-masing. Jika TV di rumah sudah ada tuner standar DVBT2 di dalamnya, berarti cukup melakukan scanning ulang saja. Bila pesawat televisi masih analog, perlu tambahan Set Top Box (STB). 

Bermigrasi ke TV Digital sekarang banyak keuntungannya, salah satunya menikmati beragam manfaatnya lebih awal. Siaran TV Digital bersih gambarnya, jernih suaranya, canggih teknologinya. Gratis menontonnya, tidak perlu biaya langganan atau pulsa. [KM-01]

[Tim Komunikasi dan Edukasi Publik Migrasi TV Digital, Kemenkominfo]

Berita Terbaru

Jelang ASO Jabodetabek 5 Oktober, Diskominfotik Provinsi DKI Jakarta dan Kementerian Kominfo Kolaborasi Sosialisasi di Jakarta Innovation Days 2022

Siaran TV Analog di Jabodetabek Dimatikan 5 Oktober 2022

Jelang ASO Masyarakat Sulawesi Selatan Siap Beralih ke Siaran Digital

Informasi Jadi Terang Benderang, Masyarakat Kabupaten Bekasi dan Bogor Apresiasi Penyaluran Bantuan STB Gratis

Senang dan Terbantu, Murtini dan Ani, Warga Kota Bekasi Ucapkan Terima Kasih atas Bantuan STB Gratis

Kemkominfo Pastikan Siaran TV Analog Berakhir 2 November

Kemenkominfo dan Komisi 1 DPR -RI Gencar Sosialisasi ASO dan Bagikan STB di Sumbar

Sosialisasi ASO dan Seremoni Penyerahan Bantuan STB Kementerian Kominfo RI bersama Komisi I DPR RI

Sosialisasi ASO, Kominfo RI Ajak Warga Makassar Beralih ke TV Digital

Danny Pomanto: Ketua RT dan RW Kunci Kesuksesan Gerakan ASO di Makassar

Berita Terpopuler

Cara Beralih ke TV Digital Lengkap Cara Merubah TV Analog ke Siaran TV Digital

Beralih ke Siaran TV Digital, Bagaimana Cara Memilih Set Top Box?

Per 30 April 2022, Siaran TV Analog Stop di 12 Wilayah Jawa Barat

Pentingnya Isi Kode Pos di Fitur Early Warning System (EWS) TV Digital

MNCN Sukses Siaran Digital di 13 Kota, Ini Rincian Lokasinya!

Per 30 April 2022, Siaran TV Analog Dimatikan di 38 Kabupaten/ Kota di Pulau Jawa

Cermati Jadwal Peralihan ke Siaran TV Digital

Beda dengan TV Analog, Ini Ciri-ciri TV Digital

Cara Cek TV Sudah Digital atau Belum dan Daftar 166 Daerah Tahap 1 Penghentian Siaran Analog

Pilih Set Top Box Bersertifikasi Kominfo

Kontak

Ceritakan pengalamanmu tentang siaran televisi digital:

Telepon:

159 (call center)