Countdown

X Tutup

Migrasi TV Digital, Masyarakat Tidak Harus Ganti Televisi

Warga menyaksikan sebuah siaran televisi dengan menggunakan perangkat Set Top Box (STB). (Tim Komunikasi Publik dan Edukasi Migrasi TV Digital)

Peralihan siaran TV Analog ke siaran TV Digital semakin digaungkan. Sebab, masyarakat bisa mendapatkan banyak keuntungan dengan beralih ke TV digital. Secara bertahap, pemerintah akan melakukan migrasi siaran TV digital dan menghentikan siaran TV analog.

Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo) pun telah merancang proses peralihan menuju TV Digital menjadi tiga tahap dengan mempertimbangkan rujukan standar yang ditetapkan International Telecommunication Union (ITU). Di antaranya sesuai kondisi geografis, luas wilayah, keterbatasan frekuensi radio dan kemampuan teknologi siaran digital.

Melalui webinar Sosialisasi TV Digital dengan Tema “Dukung Migrasi TV Digital Indonesia” pada awal September lalu, Direktur Penyiaran Kementerian Komunikasi dan Informatika Kominfo, Geryantika Kurnia, pun mengungkapkan waktu peralihan menuju TV digital. Tahap pertama pemberhentian siaran TV Analog akan dilakukan pada 30 April 2022, dilanjutkan tahap kedua pada 25 Agustus 2022, dan tahap ketiga pada 2 November 2022.

Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri No. 11/2021 tentang perubahan atas Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No. 6/2021 tentang Penyelenggaraan Penyiaran.

Ketua KPI Pusat, Agung Suprio, juga mengatakan, masyarakat perbatasan akan diprioritaskan saat proses migrasi ini. “Bila tidak menggunakan sistem siaran digital, maka masyarakat di daerah perbatasan kurang dapat menikmati tayangan TV nasional. Lebih menikmati siaran TV negara tetangga karena lebih jernih. Kalau beralih ke TV digital, otomatis akan menikmati siaran TV nasional,” kata Agung.

Cara Beralih ke TV Digital

Peralihan dari siaran TV Analog ke siaran TV Digital tetap menggunakan antena UHF, jadi antena yang selama ini digunakan untuk menangkap sinyal TV analog tetap dapat digunakan. Selain itu Geryantika mengatakan, beralihnya ke siaran TV digital ini Free to Air (FTA) atau masyarakat tidak perlu membayar biaya langganan seperti layaknya siaran berbayar.

Tetap gratis sebagaimana menonton siaran TV analog, hanya bedanya sekarang kualitasnya digital. “Masyarakat bisa menonton gratis seperti TV saat ini, hanya bedanya dulu analog sekarang digital,” ungkap Geryantika.

Begitu pula dengan pesawat televisi yang digunakan, masyarakat tidak perlu mengganti perangkat tersebut. Dalam dialog di salah satu stasiun televisi pada Kamis, (7/7), yang terpenting menurut Geryantika adalah masyarakat memperhatikan kondisi televisi di rumah masing-masing.

“Masyarakat harus mulai melakukan pengecekan televisi masing-masing saat ini, apakah TV mereka sudah siap menerima siaran digital atau tidak. Kalau sudah siap otomatis siaran langsung diterima,” papar Geryantika

Bila pesawat televisi analog lama di rumah Anda belum bisa langsung menangkap siaran TV digital, maka perlu alat bantu untuk menonton siaran TV Digital. Alat bantu tersebut bernama Set Top Box (STB), yaitu semacam converter yang berfungsi mengubah sinyal TV digital sehingga TV Analog bisa membacanya.

Bagi rumah tangga miskin, pemerintah akan menyediakan bantuan STB. “Kita akan koordinasi dengan Kementerian Sosial, data dari sana, yang biasa mendapatkan BLT dan punya TV yang akan diberikan bantuan STB. Yang penting sekarang kita sosialisasikan tidak ada lagi keraguan dengan TV Digital ini,” pungkas Geryantika.

Sedangkan bagi masyarakat yang mampu tentu didorong untuk segera beralih. Pemerintah juga akan terus mempermudah migrasi ke TV Digital dengan mendorong ketersediaan STB.

Produksi STB dibuat masif sehingga harga STB semakin terjangkau. Saat ini, STB sudah tersebar di seluruh Indonesia. Masyarakat bisa mendapatkannya melalui toko elektronik sekitar tempat tinggal atau di toko online/marketplace.
Artikel ini merupakan bentuk kerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia


Berita Terbaru

Jelang ASO Jabodetabek 5 Oktober, Diskominfotik Provinsi DKI Jakarta dan Kementerian Kominfo Kolaborasi Sosialisasi di Jakarta Innovation Days 2022

Siaran TV Analog di Jabodetabek Dimatikan 5 Oktober 2022

Jelang ASO Masyarakat Sulawesi Selatan Siap Beralih ke Siaran Digital

Informasi Jadi Terang Benderang, Masyarakat Kabupaten Bekasi dan Bogor Apresiasi Penyaluran Bantuan STB Gratis

Senang dan Terbantu, Murtini dan Ani, Warga Kota Bekasi Ucapkan Terima Kasih atas Bantuan STB Gratis

Kemkominfo Pastikan Siaran TV Analog Berakhir 2 November

Kemenkominfo dan Komisi 1 DPR -RI Gencar Sosialisasi ASO dan Bagikan STB di Sumbar

Sosialisasi ASO dan Seremoni Penyerahan Bantuan STB Kementerian Kominfo RI bersama Komisi I DPR RI

Sosialisasi ASO, Kominfo RI Ajak Warga Makassar Beralih ke TV Digital

Danny Pomanto: Ketua RT dan RW Kunci Kesuksesan Gerakan ASO di Makassar

Berita Terpopuler

Cara Beralih ke TV Digital Lengkap Cara Merubah TV Analog ke Siaran TV Digital

Beralih ke Siaran TV Digital, Bagaimana Cara Memilih Set Top Box?

Per 30 April 2022, Siaran TV Analog Stop di 12 Wilayah Jawa Barat

Pentingnya Isi Kode Pos di Fitur Early Warning System (EWS) TV Digital

MNCN Sukses Siaran Digital di 13 Kota, Ini Rincian Lokasinya!

Per 30 April 2022, Siaran TV Analog Dimatikan di 38 Kabupaten/ Kota di Pulau Jawa

Cermati Jadwal Peralihan ke Siaran TV Digital

Beda dengan TV Analog, Ini Ciri-ciri TV Digital

Cara Cek TV Sudah Digital atau Belum dan Daftar 166 Daerah Tahap 1 Penghentian Siaran Analog

Pilih Set Top Box Bersertifikasi Kominfo

Kontak

Ceritakan pengalamanmu tentang siaran televisi digital:

Telepon:

159 (call center)