Countdown

X Tutup

Migrasi TV Digital Bergulir, Roda Ekonomi Bergerak

TRANSMISI MUX. Petugas satuan transmisi TVRI Bali Bukit Bakung menunjukan perangkat transmisi MUX, Kamis, 14 Oktober 2021. (Tim Komunikasi Publik dan Edukasi Migrasi TV Digital/Wienda Parwitasari)

JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Setiap perubahan selalu mendorong terjadinya pergerakan. Dalam konteks pengelolaan negara, pergerakan ekonomi salah satu yang ditunggu semenjak hantaman pandemi Covid-19

Ada sektor yang langsung bergerak dengan migrasi ini. Hal ini tentu menumbuhkan optimisme. Namun, ada yang menggembirakan, dampak ikutan (multiplier effect) migrasi ke siaran TV Digital ini amat signifikan.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate dalam sebuah sosialisasi migrasi siaran TV Analog ke TV Digital awal Juni 2021, menyampaikan pentingnya migrasi ke siaran TV Digital dalam mendukung era digital economic. Khususnya dalam memanfaatkan digital dividend yang didapat setelah efisiensi spektrum pita 700 Mhz.

Di tahun 2017, Boston Consulting Group telah mengestimasi multiplier effect yang dihasilkan apabila Indonesia mengalihkan siaran ke digital, yakni digital dividend untuk keperluan telekomunikasi seluler pita lebar.

“Diharapkan dalam lima tahun ke depan akan berdampak pada kenaikan PDB sekitar Rp443 triliun. Pajak dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sekitar Rp77 triliun serta penciptaan lebih dari 230.000 lapangan pekerjaan baru dan 181.000 unit usaha baru. Hal ini menjadi motivasi bagi seluruh dunia untuk menerapkan sistem penyiaran digital untuk memaksimalkan ekonomi digital di negaranya masing-masing,” demikian penjelasan Menkominfo.

Bahkan beberapa sektor mulai bergerak dari sekarang, misalnya bidang terkait pembangunan infrastruktur, yaitu pembangunan multipleksing (MUX) yang dalamnya ada instalasi multipleksing, pembangunan menara, modernisasi studio, dan pembangunan jaringan MUX studio.

Industri elektronika juga bergerak, misalnya produksi televisi digital dan produksi dekoder atau Set Top Box (STB) DVBT2. Sektor perdagangan mengikuti peningkatan penawaran dan permintaan. Tidak heran bila sektor retail yang menjual barang-barang pendukung migrasi ke TV Digital ikutan sibuk. Beragam sektor di atas berpotensi lebih cepat merangkak naik seiring peningkatan kebutuhan masyarakat.

 TV Digital Hemat Biaya Penyiaran 

Selain kenaikan, hal positif lainnya dari migrasi ke siaran TV Digital ini, yaitu penghematan. Sistem penyiaran TV Digital sungguh hemat dibandingkan sistem sebelumnya. Sistem penyiaran TV Digital irit biaya operasional penyiaran, bahkan bisa efisien atau hemat hingga 40 persen.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Program dan Jaringan Jawa Pos Multimedia, Emar Pasha Amangku pada webinar bertajuk “Sosialisasi Pelaksanaan Digitalisasi Penyiaran dan Penghentian Siaran TV Analog Secara Bertahap”. Rabu, (23/6/2021).

“Dari segi bisnis, implikasi biaya operasional dari analog ke digital lebih terasa dari sisi biaya penyiaran. Komparasi biaya terestrial analog ke terestrial digital bisa lebih efisien atau hemat hingga 40 persen,” kata Emar.

Ada satu tambahan lagi terkait penghematan, yaitu hemat investment cost. Salah satu hambatan berkembangnya kepemilikan dalam industri penyiaran adalah mahalnya investasi, terutama terkait investasi pada perangkat elektronik yang harus diimpor. Dengan TV digital, kita membantu mengurangi defisit neraca perdagangan bidang teknologi informasi dan komunikasi.

Pergerakan rantai ekonomi selalu saja menggembirakan, meningkatkan rasa optimis banyak pihak. Untuk itu, Kementerian Kominfo mengajak semua pihak, mendukung kelancaran migrasi ke TV Digital. 
Dukungan masyarakat salah satunya dengan melakukan pengecekan pesawat televisi di rumah masing-masing. Jika TV di rumah sudah ada tuner standar DVBT2 di dalamnya, cukup lakukan scanning ulang saja. Bila pesawat televisi masih analog, perlu tambahan Set Top Box (STB).

Bagi masyarakat yang mampu bisa membeli, memasang STB, bermigrasi ke TV Digital sekarang dan menikmati beragam manfaatnya. Bersih gambarnya, jernih suaranya, canggih teknologinya. Gratis menontonnya, tidak perlu biaya langganan atau pulsa.(Tim Komunikasi dan Edukasi Publik Migrasi TV Digital Kemenkominfo)


Kontak

Ceritakan pengalamanmu tentang siaran televisi digital:

Telepon:

159 (call center)