Countdown

X Tutup

Migrasi TV Digital Bantu Perkuat Sistem Peringatan Dini Kebencanaan

Warga melintas di rumah yang rusak akibat abu vulkanik letusan Gunung Semeru di Desa Sumber Wuluh, Lumajang, Jawa Timur, Minggu (5/12/2021). Antara/Umarul Faruq

Jakarta. Letusan Gunung Semeru berbarengan dengan peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Merapi mempertegas pentingnya memperkuat sistem peringatan dini kebencanaan. Setiap informasi, berbentuk peringatan, edukasi ataupun penanganan darurat kebencanaan, sifatnya tak boleh putus dan mendesak. 

Komponen penting saat membangun sistem peringatan kebencanaan adalah ketersediaan frekuensi komunikasi. Inilah urgensi program migrasi siaran TV Analog ke siaran TV Digital atau Analog Switch Off (ASO). ASO juga bertujuan menata frekuensi hingga nantinya tersedia satu ‘slot’ frekuensi khusus kebencanaan di spektrum 700 Mhz. Frekuensi khusus kebencanaan memastikan kelancaran arus informasi terkait peringatan, edukasi maupun penanganan bencana.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menjadi pusat data diseminasi informasi bencana dan penyebarannya lewat sistem telekomunikasi yaitu sms blast. Hal itu dijelaskan Direktur Pengembangan Pita Lebar Kemenkominfo, Marvels Situmorang dalam webinar bertema “Kebencanaan di Era TV Digital”, Rabu, (25/08/2021). “Dalam siaran TV Digital ini, nanti dikembangkan juga diseminasi lewat lembaga penyiaran, lewat Internet Service Provider, atau kanal sosial media,” kata Marvels.

Dengan adanya frekuensi kebencanaan, sistem informasi kebencanaan menjadi lebih kuat. Ketika menara telekomunikasi tumbang akibat bencana, masih ada saluran komunikasi lainnya, lewat siaran TV Digital misalnya. 

Dalam penyiaran TV Digital, pemerintah menegaskan bahwa Sistem Peringatan Dini Kebencanaan atau Early Warning System (EWS) wajib tertanam di dalamnya. Baik itu di perangkat maupun sistem komunikasinya. Saat ini, fitur EWS sedang dalam tahap persiapan. Bilamana siaran TV Analog berlaku secara nasional, yaitu 2 November 2022, harapannya EWS langsung on.

Arahnya, EWS memberikan informasi dini pada pesawat televisi di setiap rumah. Informasi dini bisa meminimalkan korban jiwa. “Sesuai namanya, masyarakat bisa siaga atau bersiap, menghindar atau menyelamatkan diri, sehingga korban jiwa dapat diminimalisir,” demikian uraian Marvels.  

Pentingnya Memasukan Kode Pos secara Benar

Kode pos tidak hanya sebatas angka, tetapi jadi rujukan yang dibaca sistem informasi kebencanaan. Kode pos menentukan informasi kebencanaan yang ditampilkan di televisi. “Sesuai namanya, masyarakat bisa siaga atau bersiap menyelamatkan diri, sehingga korban jiwa dapat diminimalisir,” kata Marvels. Untuk itu, kepada seluruh masyarakat diminta memastikan akurasi dan kebenaran kode pos yang dimasukkan. 

“Ketika fitur ini ada di Set Top Box (STB) ataupun di televisi digital, ada hal-hal yang perlu diisi. Salah satunya mengisi kode pos. Kode pos ini menjadi kode lokasi keberadaan perangkat. Misalnya saat bencana datang, tidak semua masyarakat menerima informasinya, hanya masyarakat yang terdampak bencana yang terima,” kata Marvels. 

Fitur EWS ini berguna dan penting bagi kepentingan bangsa. Hal ini terwujud bila masyarakat segera beralih ke TV Digital. “Penghentian siaran TV Analog ada tiga tahapan. Tahap pertama 30 April 2022, tahap kedua 25 Agustus 2022, tahap ketiga atau terakhir 2 November 2022. Mari bersiap-siap,” demikian penjelasan Marvels.  

Sekarang, cek TV di rumah, kalau sudah memiliki kemampuan menangkap siaran TV Digital, cukup lakukan pencarian ulang. Kalau belum, tambahkan STB. Masyarakat tidak harus menunggu STB bantuan pemerintah karena saat ini STB sudah banyak di pasaran baik online maupun offline serta harganya terjangkau. Siaran TV Digital sudah ada, ayo nonton siaran TV Digital, gratis,  banyak channelnya, bersih gambarnya, jernih suaranya, canggih teknologinya. (Tim Komunikasi dan Edukasi Publik Migrasi TV Digital, Kemenkominfo)

VNP/AF

Kontak

Ceritakan pengalamanmu tentang siaran televisi digital:

Telepon:

159 (call center)