Countdown

X Tutup

Kominfo Survei Kesiapan Masyarakat Beralih ke Siaran TV Digital

Kristina, warga Margadana, Tegal, Jawa Tengah mencoba melakukan pemasangan Set Top Box (STB) saat uji coba survei kesiapan masyarakat beralih ke siaran TV Digital, Kamis, 10 Maret 2022.. Tim Komunikasi dan Edukasi Publik Migrasi TV Digital Kemkominfo/ Wienda Parwitasari

Kota Tegal. Penghentian siaran TV Analog tahap pertama atau Analog Switch Off (ASO) makin dekat. Tepat pada pukul 24.00 WIB, 30 April 2022, siaran televisi analog berhenti mengudara di sebagian besar kawasan Indonesia. Sesuai jadwal, penduduk di 166 Kabupaten/ Kota tidak lagi bisa menikmati siaran TV analog setelah tanggal tersebut.

Perinciannya,  55 daerah di Sumatera, 38 di Jawa, kawasan Bali-NTB-NTT ada 18, di Kalimantan tercatat 20 daerah, Sulawesi ada 23 daerah, sedangkan Maluku sekaligus Papua 12 Kabupaten/ Kota. Kementerian Kominfo terus mendorong dan memotret kesiapan masyarakat, terutama di kawasan tersebut. 

Sekretaris Gugus Tugas ASO Kemenkominfo Haryukresna Widhiputranto memaparkan bahwa survei terkait kesiapan masyarakat beralih ke siaran TV Digital telah beberapa kali dilakukan. Hasil survei menjadi potret dan bekal merespon serta menentukan langkah selanjutnya. Tujuannya program migrasi ke siaran TV Digital ini semakin lancar dan benar-benar dirasakan manfaatnya secara luas. 

“Secara umum, maksud pelaksanaan survei ke masyarakat ini adalah melihat dua hal, yaitu sejauh mana masyarakat tahu tentang adanya peralihan ke siaran TV Digital, dan kedua seberapa besar dorongan masyarakat segera beralih,” demikian paparan Haryu saat memantau pelaksanaan survei di Kota Tegal, Jawa Tengah. Kamis, (10/3/2022)

Haryu menambahkan bahwa hasil survei ke masyarakat jadi input penting penentuan langkah dan kebijakan terkait migrasi ke siaran TV Digital. Berbekal potret akurat keadaan dan tanggapan masyarakat, Kominfo merumuskan tindak lanjut secara tepat dan akurat atas beragam perkembangan situasi.
 
Pelaksanaan survei sekaligus menjadi sarana menyebarluaskan informasi tentang cara beralih ke siaran TV Digital. Salah satunya menunjukkan secara langsung bagaimana melakukan pengaturan hingga televisi di rumah penduduk bisa menangkap siaran TV Digital. 

Sosialisasi menjadi kesempatan menunjukkan cara merangkaikan pesawat televisi dengan Set Top Box (STB) DVBT2, dan penegasan pentingnya memasukkan kode pos secara benar saat mengisi data di awal pengaturan. 

“Menonton siaran TV Digital jauh beda dengan siaran TV Analog. Bagus,” kata Daryono,  warga Margadana, Kota Tegal, salah satu responden survei sekaligus peserta sosialisasi Siaran TV Digital pada Kamis, 10 Maret 2022. Daryono mengatakan bahwa beberapa warga di sekitarnya sudah ada yang secara mandiri beralih ke siaran TV Digital. Kegiatan survei sekaligus sosialisasi menurut Daryono sangat membantu masyarakat. Berbagai hal terkait peralihan ke siaran TV Digital bisa langsung mendapatkan jawaban.  


Langkah Beralih ke Siaran TV Digital

Beralih ke siaran TV Digital itu mudah. Pertama adalah memeriksa pesawat televisi masing-masing. Lakukan saja scanning ulang program siaran. Pesawat televisi yang sudah ada tuner standar DVBT2 di dalamnya, otomatis televisi digital bisa menangkap dan menayangkan program-program siaran TV Digital.

Namun, setelah lakukan pindai (scanning) ulang program, dan siaran yang ada di televisi masih sama dengan sebelumnya, berarti pesawat televisi masih analog. Ingat siaran TV Digital itu gambarnya benar-benar bersih dan suaranya canggih. Jadi bila gambarnya masih sama dengan sebelumnya, bisa dipastikan siaran TV digital belum tertangkap. 

Pesawat TV analog memerlukan alat tambahan bernama Set Top Box (STB) DVBT2 agar bisa menangkap sinyal TV Digital. Setelah STB dirangkaikan dengan televisi lama atau tabung, siaran TV digital akan tertangkap di pesawat televisi. 

Untuk mengetahui lebih rinci tentang kekuatan sinyal, jumlah multipleksing dan jumlah stasiun/program yang sudah bersiaran di sebuah daerah, masyarakat dapat mengunduh aplikasi  ‘sinyaltvdigital’ yang tersedia di iOS/ Android. 

Dari aplikasi tersebut, masyarakat mendapatkan informasi ke arah manakah sebaiknya antena UHF di rumah ditujukan. Mengarahkan antena secara tepat, membantu hasil optimal tangkapan tayangan siaran TV digital.  Siaran TV Digital itu tetap menggunakan antena UHF. Antena yang selama ini dipakai tetap diperlukan, tidak perlu ganti antena. 

Siaran TV Digital bukan streaming internet serta bukan pula televisi berlangganan yang menggunakan satelit atau kabel. Tidak perlu mengganti antena, tetap dengan antena UHF untuk menangkap siarannya. Siarannya gratis untuk diterima, tidak perlu kuota internet atau biaya langganan.

(VNP/Tim Komunikasi dan Edukasi Publik Migrasi TV Digital Kemenkominfo)

Kontak

Ceritakan pengalamanmu tentang siaran televisi digital:

Telepon:

159 (call center)