Countdown

X Tutup

Ketika Lutung Kasarung Membahas ‘ASO’

Pertunjukan Kesenian Rakyat (Pertunra) Ketoprak dengan judul Lutung Kasarung di RRI Yogyakarta, 14 Juli 2022. dok RRI

KBRN, Yogyakarta : Cerita rakyat tentang Raden Kamandaka Lutung Kasarung sudah tidak asing lagi bagi masyarakat di jawa, karena Lakon ini sering dipentaskan dalam pagelaran ketoprak. Bahkan cerita ini juga sudah dibukukann dalam bergbagai versi  dan  pernah difilmkan. Namun bagaimana jadinya ketika pergelaran ketoprak Raden Kamandaka diwarnai sosialisasi tentang Analog Swicth Off (ASO). 

Itulah yang terjadi dalam ketoprak humor dengan mengambil cerita Raden Kamandaka Lutung Kasarung, yang digelar di Auditorium RRI Yogyakarta, Demangan, Jum’at (15/7/2022) malam. 

Pagelaran yang dimainkan keluarga seniman Ketoprak Mataran RRI Yogyakarta, kerjasama antara Persatuan Pensiuanan RRI Yogya dengan Kementrian Kominfo RI ini berlangsung seru secara daring maupun luring. 

Menurut Koordinator Siaran RRi Yogyakarta Atang Basuki,  ini untuk pertama kalinya ketoprak Mataram RRI Yogyakarta dapat ditonton langsung dengan undangan terbatas setelah dua tahun lebih sempat off dan hanya dimainkan secara daring akibat pandemi covid 19.

Pergelaran yang berlangsung hampir 3 jam ini memang berlangsung seru dan cair, diwarnai dengan tepuk tangan dan gelak tawa ratusan penonton yang hadir. Keseruan didukung penampilan lucu duet Puthut dan Surono yang berperan sebagai ‘repat’ atau abdi yang mendampingi Raden Kamandaka. 

Terlebih ketika penampilan dua emban yang dimainkan Sulistyorini dan bintang tamu Eka Suranti dari kebumen dengan gaya ‘ngapak ngapak’nya. Lewat merekalah, sosialisasi pemberlakuan ASO di tanah air bisa berjalan cair, sehingga tidak terlalu menggagu alur cerita secara keseluruhan.Bintang tamu lain yang meramaikan ketoprak humor Lutung Kesarung, diantaranya dari kemenkominfo Niken Wiidiastuti mantan Dirut RRI, Sekjen Kemenkominfo yang sekarang menjadi staf khusus Menteri Kominfo, dan Dewan Pengawas LPP TVRI Kabul Budiono. Keduanya juga tampil prima sekaligus menyisipkan pesan pesan terkait kebijakan Analog Switch Off-ASO yang nantinya mewajibkan semua pengguna TV analog bermigrasi ke TV Digital.

Cerita Rakyat Banyumas

Sutradara pergelaran sekaligus pemain, Sugiman Dwi Nurseto mengaku senang bisa menampilkan kembali ketoprak Mataran RRI Yogyakarta di hadapan penggemarnya, setelah dua tahun lebih  tidak bisa tampil langsung dan hanya dilakukan secara daring.  Selain mengobati kerinduan dia bersama pemain lain dengan para pecinta seni ketoprak, tampil di hadapan penonton yang memenuhi auditorium memiliki tantangan kepuasan yang berbeda dibanding pergelaran secara daring.

Pemilihan cerita Lutung Kasarung sendiri menurut Sugiman, karena cerita ini sudah sangat dikenal oleh masarakat, jalan ceritanya juga cair sehingga bisa disisipi pesan-pesan di dalamnya. Raden Kamandaka adalah cerita rakyat tentang putra Pajajaran bernama Raden Banyak Catra yang mengembara sampai Kadipaten Pasirluhur. Tujuannya mengembara adalah untuk mencari seorang istri dengan menyamar sebagai Raden Kamandaka. Cerita rakyat mengenai Raden Kamandaka masih dekat dengan masyarakat terutama di wilayah Kabupaten Banyumas. Keberadaan dan kehidupan cerita rakyat tersebut didukung dengan adanya situs dan petilasan di beberapa daerah di Kabupaten Banyumas.

Suranti, salah satu penonton dari muntilan yang hadir bersama keluarganya di auditorium RRI Yogya, mengaku senang bisa kembali menyaksikan pergelaran ketoprak Mataram. Dirinya mengaku, sebelum pandemi, setiap kali ada pergelaran ketoprak di RRI, selalu hadir bersma kerabat dan tetangganya meski harus sewa kendaraan dan bawa tikar karena kursi yang disediakan terbatas. 

Selain disiarkan langsung oleh Programa 4 RRI Yogyakarta, pergelaran ketoprak humor Lutung Kasarung ini juga dapat ditonton melalui kanal youtube RRI Yogya Official, TV Kokminfo dan TATV. (Danang Prabowo).

Yahya Widodo
#ASO #tvdigital #bersihjernihcanggih #migrasitvdigital

https://rri.co.id/yogyakarta/sosial/hiburan/1539491/ketika-lutung-kasarung-membahas-aso


Kontak

Ceritakan pengalamanmu tentang siaran televisi digital:

Telepon:

159 (call center)