Countdown

X Tutup

Kesenian Tradisional Bisa Menjadi Sarana Edukasi Efektif di Era TV Digital

Kelompok seni budaya Kalimantan Selatan berpawai mengenakan pakaian adat saat pelaksanaan car free day di Jakarta, Minggu (1/7). Pawai tersebut diadakan untuk mengenalkan budaya Kalimantan Selatan kepada masyarakat. (liputan6.com/Immanuel Antonius)

Liputan6.com, Jakarta - Perubahan sistem tayangan televisi dari analog menuju digital, merupakan hal yang baru bagi masyarakat dan menjadi keniscayaan yang tak bisa dihindarkan. Sehingga, sosialisasi dan edukasi sangat dibutuhkan untuk memastikan implementasi program berlangsung sesuai dengan target dan kelancaran migrasi ini.

Kepala Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Banjarmasin, Mujiyo, S.Sos, MM, menyampaikan penyelenggaraan TV Digital memang merupakan hal yang baru di wilayah Kalimantan Selatan.

"Untuk itu sosialisasi perlu dilakukan secara massif. Baik melalui media masa maupun melalui pementasan seni tradisional sebagai kekayaan dari kearifan lokal yang mudah diterima dan dipahami. 

Bagaimanapun, edukasi kepada masyarakat akan sangat membantu dalam pengenalan migrasi ke TV digital ini. Apalagi, masyarakat pun memiliki berbagai keuntungan dengan beralih dari analog ke digital," ucap Mujiyo dalam acara Pertunjukan Virtual Kesenian Daerah Bersiap Digital sambut Siaran TV Digital dari Kalsek (Petunra Kalimantan Selatan) Sabtu (13/11/2021) malam.

Dalam pertunjukan virtual kesenian daerah dari Provinsi Kalsel yang disiarkan secara langsung oleh Kemkominfo TV dan direlay oleh YouTube channel dari mitra Kominfo menghadirkan narsum Drs GT Yanuar Noor Rifai selaku Kadinas Komunikasi dan Informatika Kalsel, Anzhari Fadli selaku Ketua KPID Kalsel, dan Herman sebagai Kepala TVRI Stasiun Kalsel, serta dipentaskan musik painting H Anang Sahrani yang dikenal Maestro Pemedihinan Kalsel dan Tari Tradisional Baksa Kembang Japin Kalsel.

Mujiyo menerangkan bahwa sosialisasi akan dilakukan dalam tiga tahap, sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika (Permenkominfo) Nomor 11 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 6 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penyiaran

"Tahap pertama di Provinsi Kalimantan Selatan, pada tanggal 23 April 2021 lalu ditujukan untuk wilayah Kalimantan Selatan 2, 3 dan 4. Sementara yang bulan Agustus, ditujukan bagi Kalimantan Selatan 1 dan 5. Harapannya, kegiatan ini akan berjalan lancar kedepannya," ucapnya.

Tentunya kelancaran proses sosialisasi ini sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur, terutama pada penyediaan multi flexing dan hal serupa.  "Peluncuran program ini juga berkaitan dengan efisiensi optimalisasi frekuensi radio. Oleh karena itu, digitalisasi TV siaran akan memberikan hasil efisiensi digitalisasi dividen," jelas Mujiyo.

Dia menyebutkan pita frekuensi 700 megahertz akan ditujukan untuk penyelenggaraan, terutama penguatan jaringan digital dan penguatan kualitas layanan internet.

Penghentian siaran televisi terestrial analog (analog switch off) tersisa 14 bulan lagi. Merujuk kepada Undang-Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja, klaster penyiaran di pasal 72 angka 8 menyebutkan migrasi penyiaran televisi terestrial dari analog ke digital harus selesai paling lambat dua tahun sejak undang-undang berlaku.

Pelaksanaan ASO, dikatakannya, harus dipersiapkan dengan baik dan terperinci karena akan berdampak kepada layanan masyarakat. ASO setidaknya melibatkan 701 lembaga penyiaran televisi yang sekarang bersiaran terestrial dengan teknologi analog. Penghentian siaran analog akan berpengaruh terhadap lebih dari 40 juta rumah tangga yang saat ini menonton siaran televisi terestrial analog.

Kominfo sudah merancang jaringan layanan siaran televisi digital di seluruh Indonesia dengan merujuk pada standar yang ditetapkan International Telecommunication Union (ITU).

"Beberapa faktor seperti kondisi geografis, luas wilayah, keterbatasan frekuensi radio, dan kemampuan teknologi siaran digital mempengaruhi rancangan jaringan layanan," pungkasnya.


Kontak

Ceritakan pengalamanmu tentang siaran televisi digital:

Telepon:

159 (call center)