Countdown

X Tutup

Keragaman dan Kualitas Siaran Modal Bersaing di Penyiaran Global

Proses produksi sebuah program di kawasan Puncak, Jawa Barat, 28 September 2021. Tim Komunikasi Publik dan Edukasi Migrasi TV Digital/Wienda Parwitasari /Dok. Kominfo

JAKARTA-Migrasi siaran TV Analog ke siaran TV Digital atau Analog Switch Off (ASO), akanmembuka jalan konten siaran Indonesia tampil di pentas dunia. 

Digitalisasi penyiaran memungkinkan konten tersiarkan melalui berbagai jenis media, salah satunya melalui internet. Selain itu, migrasi siaran TV Digital menghasilkan digital dividend.

Digital dividend merupakan ruang di rentang frekuensi 700 MHz yang tersedia setelah penataan ulang.
Demikian disampaikan Sekretaris Pokja Migrasi Program Siaran Gugus Tugas ASO Kementerian Komunikasi dan Informatika Mesania Mimaisa Sebayang dalam Webinar bertajuk “Hari TV Sedunia: Siaran TV Digital Indonesia di Mata Dunia”, Selasa (23/11/2021).

“Frekuensi 700 MHz selama ini relatif penuh terpakai untuk penyiaran TV analog. Slot kosong itulah salah satunya berguna untuk peningkatan layanan internet yang cepat dan stabil dan jaringan 5G,” katanya.

Peluang kehadiran internet cepat dan stabil ini jadi bekal penting bagi industri kreatif termasuk konten kreator. “Cukup banyak konten kreator di Indonesia, mereka perlu wadah.

“Kita berharap, setelah migrasi dari siaran TV Analog ke siaran TV Digital akan tumbuh industri dan produk konten kreatif yang siap bersaing di era globalisasi,” kata Mesania.

Tidak hanya terbuka di media berbasis internet saja, peluang konten kreator juga terbuka untuk mencukupi kebutuhan penyiaran TV terestrial digital. Saat ini, Indonesia memiliki 697
 lembaga penyiaran, jumlah ini berpotensi bertambah.

“Kita punya multipleksing (MUX) lebih dari 100. Satu MUX bisa menampung antara 12-16 siaran. Jadi ada kemungkinan lahir program siaran digital baru,” katanya.

Keragaman konten siaran memang salah satu tujuan migrasi ke siaran TV Digital.

Keragaman konten akan diiringi dengan keragaman kepemilikan media. Migrasi ke siaran TV Digital telah mempermudah dan mempermurah kehadiran content creator baru di industri penyiaran.

Komisioner KPI Pusat Mimah Susanti menyampaikan pentingnya melahirkan lembaga penyiaran yang berkualitas sekaligus menjadi produsen konten bernilai tinggi.

“Lembaga Penyiaran yang sehat itu melakukan pembatasan program siaran seksualitas, kekerasan, dan sadisme, napza, dan mistik, membuat penggolongan siaran sesuai umur, menjunjung tinggi prinsip jurnalistik, tidak membuat berita bohong, sebelum menyiarkan film atau iklan yang lulus sensor sekaligus melakukan internal censorship,” kata Mimah.

Dengan kata lain, terbukanya tempat bagi konten kreator, perlu dibarengi dengan produksi konten yang informatif, menghibur sekaligus inspiratif. Konten berkualitas lebih berpeluang dilirik masyarakat, tidak hanya seluruh Indonesia, tetapi regional dan global.

Migrasi ke siaran TV Digital, tidak sebatas bersih gambarnya, jernih suaranya dan canggih teknologinya. Manfaat yang dibawa peralihan sistem penyiaran TV analog ke siaran TV Digital lebih strategis bagi perkembangan industri penyiaran, industri konten kreatif, dan kehandalan Indonesia memasuki di era 4.0, era ekonomi digital.

Ayo Beralih ke TV Digital

Kementerian Kominfo mengajak setiap komponen bangsa untuk bersama-sama mendukung kelancaran program ASO ini. Ada tiga tahapan penghentian siaran TV Analog. Tahap pertama 30 April 2022, tahap kedua 25 Agustus 2022, dan tahap ketiga 2 November 2022.

Peran masyarakat salah satunya bermigrasi secepatnya, melakukan pengecekan televisi di rumah masing-masing.

Bila TV masih tabung atau analog memerlukan tambahan Set Top Box (STB) atau dekoder. STB mudah didapatkan dan tersedia di toko online maupun offline.

Ada aplikasi yang bisa membantu masyarakat melakukan pengecekan sinyal TV Digital di tempat masing-masing yaitu aplikasi sinyaltvdigital. Unduh aplikasi di playstore atau ios.

Aplikasi ini membantu masyarakat melihat kekuatan sinyal TV Digital, jumlah multipleksing dan jumlah stasiun/program di sebuah daerah.

Dengan informasi dalam aplikasi itu, masyarakat dapat mengarahkan antena rumah ke lokasi pemancar terdekat sehingga membantu tangkapan tayangan siaran TV digital secara optimal.

Siaran TV Digital bukan streaming internet serta bukan pula televisi berlangganan yang menggunakan satelit atau kabel. Tidak perlu mengganti antena, tetap dengan antena UHF untuk menangkap siarannya. Siarannya gratis untuk diterima, tidak perlu kuota internet atau biaya langganan. (Tim Komunikasi dan Edukasi Publik Migrasi TV Digital Kemenkominfo)


Kontak

Ceritakan pengalamanmu tentang siaran televisi digital:

Telepon:

159 (call center)