Countdown

X Tutup

Kemkominfo Sosialisasikan Peralihan Siaran TV Digital Lewat Pertunjukan Kesenian

Kegiatan sosialisasi peralihan siaran TV analog ke TV digital di Sulawesi Utara

MANADO - Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo), gencar menggelar sosialisasi peralihan siaran TV analog ke Digital. Terbaru, kegiatan sosialisasi dilaksanakan di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut).

Lewat sebuah pertunjukan virtual kesenian daerah, Kemkominfo mencoba menyampaikan kepada masyarakat tentang apa itu TV Digital, dan mengapa siaran TV Analog yang sudah sekian lama digunakan di Indonesia akan diubah dan dialihkan ke digital.

Menghadirkan Penari dan Musik Tari Tangkap Cakalang, serta duo komedian Amoy dan Kale, Kementerian Kominfo memang mencoba untuk menyajikan sosialisasi secara ringan kepada masyarakat, agar lebih mudah diterima, sehingga ke depannya saat peralihan siaran ke digital, masyarakat sudah memahaminya.

"Jadi memang kita menyajikan sosialisasi dengan beragam cara agar lebih mudah diterima oleh masyarakat. Semisal di Sulawesi Utara ini dengan tayangan hiburan dan kesenian daerah. Jadi, ketika tahap pertama peralihan TV digital pada April 2022 dilaksanakan, pemahaman masyarakat sudah jelas soal ini," kata Sub Koordinator LPS dan LPA Televisi Kemkominfo, Mesania Mimaisa Sebayang, di Manado.

Dijelaskan Mesania, peralihan ke TV digital sendiri sebagaimana diamanatkan dalam undang-undang, semua sudah dilaksanakan pada November 2022, sehingga Kemenkominfo membuat gugus tugas yang mulai menyusun semua agenda kerja, termasuk sosialisasi.

"Pada tahap pertama ini ada 15 Provinsi yang dilaksanakan sosialisasi seperti ini. Sulawesi Utara adalah yang ke-10. Tapi, ada tim lain lagi yang setiap minggunya ada sosialisasi. Caranya dengan talkshow-talkshow. Manado juga akan kebagian talkshow itu," kata Mesania.

"Semoga di tahun 2022 semua sudah siap, termasuk masyarakat, yang sebenarnya bisa memanfaatkan ini menjadi sebuah peluang baru sebagaimana yang dimaksudkan oleh Undang-undang Ciptaker 2020, tentang hal ini," ujarnya lagi.

Sementara itu, Ivonne RJ Kawatu, Kabid Kominfo Publik, Dinas Kominfo Sulawesi Utara, menyebutkan jika pihaknya siap membantu untuk mensosialisasikan peralihan tv analog ke digital ini. Dikatakannya, bukan hanya pihaknya saja, tapi mereka akan bersinergi dengan stakeholder lainnya, termasuk KPID.

"Cara sosialisasi banyak, termasuk menyampaikannya lewat media-media yang sudah ada. Tapi, yang pasti di tahap pertama April 2022 mendatang, Sulawesi Utara akan siap," ujar Ivonne.

Wakil Ketua KPID Sulawesi Utara, Reidy Sumual, menyebutkan jika peralihan TV analog ke digital ini, memberikan tantangan baru pengawasan untuk pihaknya. Dikatakannya, kehadiran TV digital ini, maka akan muncul banyak konten siaran yang bisa dibuat siapa saja.

"Cukup menyewa MUX, kita semua bisa bikin siaran. Jika dulu perlu banyak persyaratan, kini semua bisa. Nah, disini tantangan dari KPID untuk mengawasi siaran ini bermutu dan layak atau tidak. Tapi, dengan adanya digitalisasi ini, maka akan banyak konten menarik juga yang akan bermunculan untuk masyarakat di Indonesia," kata Reidy kembali.

Sementara, Koordinator Umum TVRI Sulawesi Utara, Subiyanto, mengaku jika digitalisasi akan merubah pertelevisian di Indonesia. Soalnya, jika dulu siaran menggunakan gelombang analog yang cukup boros, kini di TV digital akan lebih kecil, tapi siarannya lebih presisi.

"Dan TVRI Sulawesi Utara siap dengan hal itu. Selain itu, kita akan memiliki banyak waktu untuk menyiarkan konten berbau daerah, karena kita memiliki kanal tersendiri," ujar Subiyanto kembali.


Kontak

Ceritakan pengalamanmu tentang siaran televisi digital:

Telepon:

159 (call center)