Countdown

X Tutup

Kawasan Pantura Jawa Tengah, Switch Off Siaran TV Analog 30 April 2022

Ilustrasi: Perajin memproduksi batik di Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis (13/1/2022). Antara/Harviyan Perdana Putra

Jakarta.  Dalam waktu kurang lebih 100 hari lagi, persisnya pada 30 April 2022 masyarakat di Kabupaten Brebes, Pekalongan, Pemalang, Tegal, Kota Pekalongan, dan Kota Tegal akan mengalami Analog Switch Off (ASO) atau penghentian siaran TV Analog. Selanjutnya, hanya ada siaran TV Digital.

Penghentian siaran TV Analog berlangsung dalam tiga tahap yaitu tahap pertama 30 April 2022, tahap kedua 25 Agustus 2022, dan tahap ketiga 2 November 2022. Hal itu disampaikan oleh Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam Talkshow bertajuk ‘Jawa Tengah Siap Analog Switch Off (ASO)’ yang diselenggarakan secara daring. Kamis, (26/8/2021).

Dirjen Usman mengimbau agar masyarakat di Pulau Jawa segera beralih dan mendapatkan manfaat dari TV digital. “Siaran TV Digital lebih bersih gambarnya, jernih suaranya, canggih teknologinya, dan banyak programnya. Paling penting, tetap gratis menontonnya,” katanya.

Beralih Segera, Jangan Tunggu TV Dimatikan

Kementerian Kominfo mengimbau masyarakat segera beralih ke siaran TV Digital. Makin cepat beralih makin baik. Tidak perlu menunggu hingga tanggal tahapan ASO. Siaran TV Digital sudah ada dan bisa dinikmati siarannya. 

Perlu masyarakat ketahui, bahwa siaran TV Digital itu tetaplah gratis menontonnya. Hal ini disampaikan Direktur Penyiaran Kementerian Komunikasi dan Informatika, Geryantika Kurnia dalam Sosialisasi TV Digital 2021 Dukung Migrasi TV Digital Indonesia awal Juli 2021. 

“Siaran TV Digital itu Free to Air (FTA) ituartinya, masyarakat tidak perlu membayar agar bisa menonton siarannya. Siaran TV Digital bukan siaran berbayar. Tetap menonton gratis seperti TV saat ini, hanya bedanya dulu analog sekarang digital,” katanya.

Beralih ke siaran TV Digital itu mudah. Pertama adalah memeriksa pesawat televisi masing-masing. Lakukan saja scanning ulang program siaran. Pesawat televisi yang sudah ada tuner standar DVBT2 di dalamnya, otomatis televisi digital bisa menangkap dan menayangkan program-program siaran TV Digital.

Namun, setelah lakukan pindai (scanning) ulang program, dan siaran yang ada di televisi masih sama dengan sebelumnya, berarti pesawat televisi masih analog. Ingat siaran TV Digital itu gambarnya benar-benar bersih dan suaranya canggih. Jadi bila gambarnya masih sama dengan sebelumnya, bisa dipastikan siaran TV digital belum tertangkap. 

Pesawat TV analog memerlukan alat tambahan bernama Set Top Box (STB) DVBT2 agar bisa menangkap sinyal TV Digital. Setelah STB dirangkaikan dengan televisi lama atau tabung, siaran TV digital akan tertangkap di pesawat televisi. 

Untuk mengetahui lebih rinci tentang kekuatan sinyal, jumlah multipleksing dan jumlah stasiun/program yang sudah bersiaran di sebuah daerah, masyarakat dapat mengunduh aplikasi  ‘sinyaltvdigital’ yang tersedia di iOS/ Android. 

Dari aplikasi tersebut, masyarakat mendapatkan informasi ke arah manakah sebaiknya antena UHF di rumah ditujukan. Mengarahkan antena secara tepat, membantu hasil optimal tangkapan tayangan siaran TV digital.  Siaran TV Digital itu tetap menggunakan antena UHF. Antena yang selama ini dipakai tetap diperlukan, tidak perlu ganti antena. 

Siaran TV Digital bukan streaming internet serta bukan pula televisi berlangganan yang menggunakan satelit atau kabel. Tidak perlu mengganti antena, tetap dengan antena UHF untuk menangkap siarannya. Siarannya gratis untuk diterima, tidak perlu kuota internet atau biaya langganan.

(VNP/AF/Tim Komunikasi dan Edukasi Publik Migrasi TV Digital Kemenkominfo)

Kontak

Ceritakan pengalamanmu tentang siaran televisi digital:

Telepon:

159 (call center)