Countdown

X Tutup

Jelang ASO Masyarakat Sulawesi Selatan Siap Beralih ke Siaran Digital

Wakil Ketua Komisi 1 DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari (kiri) bersama Staff Khusus Menteri Kemenkominfo, Rosarita Niken Widiastuti saat mengikuti Kunjungan Kerja Panja Digitalisasi Penyiaran Komisi 1 DPR RI, progress report migrasi ASO di Propinsi Sulawesi Selatan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis, 15 September 2022. Tim Komunikasi dan Edukasi Publik Migrasi TV Digital Kemenkominfo/Wienda Parwitasari.

Makassar   Wakil Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari menilai Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), harus dapat mencapai target migrasi dari televisi analog ke digital pada 2 November 2022. 

Sebab, menurut Kharis, hal ini merupakan ketentuan dari Undang-Undang Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2020 Pasal 60 A Ayat 2 yang mengamanatkan Penghentian Siaran Analog atau Analog Switch Off (ASO) harus sudah diselesaikan paling lambat dua tahun sejak UU tersebut berlaku. “DPR sepakat ASO tetap dilaksanakan pada 2 November 2022,” katanya.

Untuk wilayah Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar siap menghentikan siaran televisi analog untuk kemudian beralih ke siaran televisi digital.

Kesiapan ini terungkap melalui jejak pendapat secara periodik yang dilakukan Kementerian Kominfo, pada Juli 2022 yang menunjukan bahwa 82,94 persen masyarakat di Makassar dan sekitarnya tertarik untuk menonton siaran TV Digital.

Demikian disampaikan Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika, Rosarita Niken Widiastuti saat memberikan sambutan pada rapat kunjungan kerja Panitia Kerja (Panja) Digitalisasi Penyiaran Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Jumat, (15/9/2022).

Stafsus Niken menjelaskan tentu ketertarikan tersebut menjadi modal untuk mendorong masyarakat beralih secara mandiri. “Keinginan masyarakat untuk beralih dengan membeli STB secara mandiri ada di angka 65,22 persen. Dari pemeriksaan lapangan, STB di toko-toko elektronik sudah tersedia dengan harga dikisaran Rp175-260 ribu,” katanya. 

Kesiapan Siaran Digital
Kesiapan masyarakat Kota Makassar tidak lepas dari andil kinerja Lembaga Penyiaran. Seluruh 18 Lembaga Penyiaran yang bersiaran secarai analog di Kota Makassar dan sekitarnya telah bermigrasi ke siaran digital. Siaran digital tersebut memanfaatkan tiga multipleksing yang mencakup Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Kabupaten Maros, Kabupaten Takala serta Kabupaten Pangkajene Kepulauan.

“Ukuran kesiapan sebelum dilakukan ASO ada tiga hal. Pertama, di wilayah tersebut terdapat siaran TV analog yang akan dihentikan siarannya. Kedua, telah beroperasi siaran TV digital pada cakupan siaran TV analog sebagai penggantinya. Ketiga, sudah dilakukan pembagian bantuan STB bagi Rumah Tangga Miskin di wilayah tersebut,” demikian penjelasan Geryantika Kurnia, Direktur Penyiaran kepada Panja Digitalisasi Penyiaran.

Menurut Geryantika, ada 112 Wilayah Layanan di Indonesia yang terdampak ASO karena masyarakatnya menggunakan siaran TV analog. 90 Wilayah diantaranya saat ini telah mendapatkan siaran digital dan sisanya merupakan lokasi-lokasi terpencil yang tengah dilakukan pembangunan infrastruktur oleh LPP TVRI.

“Menariknya coverage sinyal TV analog oleh Balai Monitoring Kominfo posisinya 69,96 persen masyarakat Indonesia dapat menerima sinyal secara baik. Sekarang pada masa transisi coverage TV digital sudah mencapai 80 persen populasi,” katanya.

Rekomendasi DPR tentang Pelaksanaan ASO di Sulawesi Selatan
Wakil Ketua Komisi I DPR sekaligus Ketua Tim Kunjungan Kerja Panja Digitalisasi Penyiaran Abdul Kharis Almasyhari menyatakan maksud dari kunjungan ini adalah untuk melihat dekat kesiapan ASO yang dilakukan pada 2 November 2022. 

“Kami kemari karena salah satu kota paling besar di Indonesia Timur, khususnya Pulau Sulawesi untuk mengetahui kesiapan dari seluruh stakeholder penyiaran,” katanya.  

Delapan anggota Komisi I DPR RI turut hadir dalam rapat yaitu Christina Aryani, Yan Permenas Mandenas, Kresna Dewanata Phrosakh, Bachrudin Nasori, Taufiq R. Abdullah, Syaiful Bahri Anshori, Slamet Ariyadi, dan Muhamad Arwani Thomaf.

Tim Kunjungan Kerja Panja Digitalisasi Penyiaran mendengarkan laporan kemajuan persiapan ASO dari Kementerian Kominfo. serta mendapatkan penjelasan teknis tentang multipleksing di Sulawesi Selatan dari Direktur Teknik TVRI Supriyono, Direktur Teknik Metro TV Bambang Isdiyanto, dan Direktur Utama MNC Syafril Nasution. 

Rapat ini juga menjadi kesempatan dialog antara Panja dengan Komisioner KPI Pusat Mohammad Reza, Ketua KPID Sulsel Muhammad Hasrul Hasan, serta para pengelola Lembaga Penyiaran pengguna multipleksing.

Di akhir rapat, Panja Digitalisasi Penyiaran Komisi I DPR RI mendorong  agar pelaksanaan ASO di Sulawesi Selatan sesuai perencanaan dan tepat waktu dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Panja juga mendorong pelaksanaan komitmen  Set Top Box bagi rumah tangga miskin, serta mencari solusi antisipatif terhadap kemungkinan tidak terpenuhinya penyediaan STB sesuai target.


(AF/HKW/Tim Komunikasi dan Edukasi Publik Migrasi TV Digital, Kementerian Kominfo)

Kontak

Ceritakan pengalamanmu tentang siaran televisi digital:

Telepon:

159 (call center)