Countdown

X Tutup

Infrastruktur Mux di Wilayah Layanan Pertama Analog Switch-Off Sudah Siap 100%

Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate, menyampaikan paparannya saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi I DPR tentang perkembangan persiapan pelaksanaan digitalisasi penyiaran (ASO) di komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (16/11). Foto: Antara/Muhammad Adimaja

Kominfo terus mendorong percepatan migrasi siaran TV Analog ke siaran TV Digital. Salah satu caranya dengan terus mengejar persiapan infrastruktur penyiaran atau multipleksing (mux) yang berfungsi sebagai tempat lembaga penyiaran untuk menyalurkan konten siarannya.

Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi 1 DPR RI, pada 16 November 2021, Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate, menyampaikan laporan kesiapan program migrasi siaran TV Analog ke siaran TV Digital. Dari 112 Wilayah Layanan Siaran yang menjadi target Analog Switch-Off (ASO), 90 wilayah di antaranya atau sebanyak 80,63 persen telah memiliki infrastruktur multipleksing. Dengan kata lain, masyarakat di daerah tersebut sudah dapat menyaksikan siaran digital.

Sementara itu, penghentian siaran TV analog di 112 wilayah layanan penghentian siaran TV Analog dibagi dalam tiga tahap. Tahap pertama ASO jadi salah satu titik penting karena luas dan cakupan daerah yang terdampak terhitung besar.

Di tahap pertama, ada 56 Wilayah Layanan Siaran yang mencakup 166 kabupaten/kota mulai ASO pada 30 April 2022. Menkominfo mengungkapkan di wilayah tersebut sudah siap 100 persen melaksanakan siaran TV Digital.

“Untuk ASO tahap pertama, persentase kesiapan infrastruktur multipleksing sudah 100 persen, sehingga cukup untuk menampung peralihan setiap siaran televisi analog secara keseluruhan. Sedangkan untuk daerah-daerah pada tahap ASO kedua dan ketiga, seluruh pembangunan infrastrukturnya ditargetkan untuk selesai dua bulan menjelang pelaksanaan ASO,” ungkap Menkominfo, Johnny G. Plate.

Seluruh lembaga penyiaran yang ada dan bersiaran di wilayah tahap pertama juga sudah bisa menggunakan mux. Lalu bagi lembaga penyiaran yang tidak berperan sebagai pengelola mux, bisa menyewanya pada pengelola mux di daerah tersebut.

Tahap kedua ASO, yaitu 25 Agustus 2022, akan dilakukan di 31 wilayah layanan siaran terdampak yang mencakup 110 kabupaten/kota. Sedangkan tahap ketiga pada 2 November 2022, akan ada 25 wilayah layanan siaran yang mencakup 65 kabupaten/kota.

Harapannya di tahap terakhir ini, semuanya sudah bermigrasi ke siaran TV Digital. Komitmen ini juga menegaskan kesiapan sekaligus kesungguhan pemerintah dalam melaksanakan program migrasi ini.
Peran penting masyarakat dalam proses migrasi TV analog ke digital

Bersamaan dengan penyiapan infrastruktur, pemerintah mendorong kesiapan peralatan/perangkat digital studio dan SDM; dan ketersediaan perangkat TV digital dan/atau STB (Set Top Box). Untuk itu, Kominfo terus merangkul semua pemangku kepentingan terkait untuk bekerja bersama mempersiapkannya.
Program migrasi ke siaran TV Digital merupakan kegiatan kolaboratif karena cakupannya besar dan membutuhkan kerja sama banyak pihak. Baik dari sektor swasta maupun masyarakat. Bahkan bisa dikatakan, peran penting ada di masyarakat.

Peran masyarakat salah satunya dengan mengecek televisi di rumah masing-masing. dan langsung bermigrasi secepatnya tanpa menunggu bantuan STB gratis. Televisi yang sudah mampu menerima siaran TV Digital, saat pengecekan ulang otomatis langsung menangkap.

Bila tidak menangkap, besar kemungkinan televisi masih analog sehingga memerlukan tambahan STB/Dekoder. STB mudah didapatkan dan tersedia di toko online maupun offline.

Masyarakat juga bisa mengecek sinyal TV Digital di tempat masing-masing melalui aplikasi sinyaltvdigital. Bisa diunduh di Playstore atau Appstore iOs, aplikasi ini bisa membantu masyarakat melihat kekuatan sinyal TV Digital, jumlah multipleksing dan jumlah stasiun/program di sebuah daerah.
Melalui informasi di aplikasi tersebut, masyarakat juga dapat mengarahkan antenna rumah ke lokasi pemancar terdekat sehingga membantu tangkapan tayangan siaran tv digital secara optimal.

Perlu diketahui bahwa siaran TV Digital merupakan jenis yang ditangkap dengan UHF, bukan streaming internet dan bukan pula televisi berlangganan yang menggunakan satelit atau kabel. Jadi tidak perlu khawatir, karena siarannya gratis untuk diterima, tidak perlu kuota internet atau biaya langganan.


Kontak

Ceritakan pengalamanmu tentang siaran televisi digital:

Telepon:

159 (call center)