Countdown

X Tutup

Indonesia Bergegas Menuju Digital Switch On

Grup musik Project Pop dan penyanyi Wika Salim dalam acara musikal Soda Gembira di TVRI Pusat, Jakarta, 24 Agustus 2021. Peralihan ke sistem siaran digital memiliki banyak manfaat langsung untuk masyarakat diantaranta adanya peningkatan kualitas tayangan yaitu bersih gambarnya jernih suaranya dan tentunya canggih teknologinya. (Tim Komunikasi Publik dan Edukasi Migrasi TV Digital/Wienda Parwitasari)

HAMPIR sebagian besar negara di dunia telah beralih ke sistem penyiaran TVDigital. Peralihan ini mengikuti kesepakatan bersama seluruh negara di dunia yang difasilitasi International Telecommunication Union (ITU), salah satu lembaga PBB yang membidangi telekomunikasi.

Sekitar enam tahun lalu, yaitu 2015, negara region-1 (Eropa, sebagian Asia dan Afrika) telah menghentikan sistem penyiaran analog atau Analog Switch Off (ASO) dan sepenuhnya bersiaran secara digital (digital switch on). 

ASEAN juga menindaklanjuti kesepakatan itu. Dengan beralihnya penyiaran TV Analog ke TV Digital salah satunya menyelesaikan masalah gesekan frekuensi. Keselarasan sistem telekomunikasi antar negara, baik itu menyangkut penyiaran maupun bentuk telekomunikasi lain, sangat penting bagi penciptaan hubungan baik.

Hal itu disampaikan Analis Kebijakan Ahli Madya Koordinator Layanan Televisi Direktorat Penyiaran Kemenkominfo, Sukamto dalam talk show bertajuk “Jambi Siap ASO”. Kamis, (4/11). 

“Pada sebuah pertemuan di Bangkok pada September 2018, pertemuan keempat ASEAN Senior Officials Meeting Responsible for Information Working Group Meeting on ASEAN Digital Broadcasting (4th SOMRI WG ADB) tertuang kesepakatan bahwa tahun 2020 ditetapkan milestone bersama ASO,” kata Sukamto. 

Dalam perjalanan waktu, Malaysia dan Singapura telah menyelesaikan ASO di tahun 2018, dan menyusul Thailand serta Vietnam di tahun 2020. Mengingat beberapa negara sudah beralih ke siaran TV Digital, Indonesia perlu melakukan percepatan menuju digital switch on. 

“ITU pada 2015 sudah menerbitkan surat edaran yang isinya mendesain, bilamana ada interference antara teknologi analog dan teknologi digital, maka teknologi analog itu harus diturunkan. Teknologi analog harus mengalah. Hal ini juga disepakati forum ASEAN tersebut,” kata Sukamto.

Indonesia Beralih ke Digital 

Saat ini, Indonesia sedang menuju peralihan ke siaran TV Digital. Batas akhir secara nasional peralihan ke TV Digital yaitu pada 2 November 2022. Pelaksanaanya secara bertahap yaitu tahap pertama 30 April 2022, tahap kedua 25 Agustus 2022 dan tahap ketiga atau terakhir 2 November 2022. 

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Gugus Tugas ASO Kemenkominfo Haryukresna Widhiputranto dalam Talk Show daring bertajuk “Sumatera Barat Siap ASO”. Kamis, (28/10). 

“Kita transisi menuju ke sana. Kita sudah cukup tertinggal dengan banyak negara. Indonesia sudah mulai mengkaji ASO sejak 2010. Kita sekarang sudah memiliki dasar hukum, sudah punya tanggal terakhir yaitu 2 November 2022, untuk menyelesaikan migrasi ini,” kata Haryu. 

Tidak hanya terkait hubungan antar negara, peralihan ke sistem siaran digital memiliki banyak manfaat langsung untuk masyarakat. Adanya peningkatan kualitas tayangan yaitu bersih gambarnya jernih suaranya dan tentunya canggih teknologinya.

Masyarakat sudah bisa menonton siaran TV Digital karena saat ini ada simulcast, yaitu bersiaran secara digital tanpa menghentikan siaran TV Analog. Langkah mudah mendukung digital switch on cukup sederhana. 

Mulailah melakukan pengecekan pesawat televisi di rumah masing-masing. Bila sudah memiliki kemampuan menangkap siaran TV Digital, cukup lakukan pencarian ulang. 

Kalau belum, tambahkan Set Top Box (STB) DVBT2. Beralih mulai sekarang. Tidak harus menunggu STB bantuan pemerintah. 

STB sudah banyak di pasaran baik online maupun offline serta harganya terjangkau. Siaran TV Digital sudah ada, ayo saatnya bersama-sama menuju digital switch on, mulai masuk era penyiaran TV Digital yang tetap gratis, banyak channelnya, bersih gambarnya, jernih suaranya, canggih teknologinya. (Tim Komunikasi dan Edukasi Publik Migrasi TV Digital)


 




Kontak

Ceritakan pengalamanmu tentang siaran televisi digital:

Telepon:

159 (call center)