Countdown

X Tutup

Digitalisasi Jadi Solusi Atasi Keterbatasan dan Inefisiensi pada Penyiaran Analog

seminar daring bertema “Siaran TV Digital dan Konten Kreator” yang diselenggarakan Kominfo, Rabu (20/10).

SHNet, Jakarta-Digitalisasi dapat menjadi  solusi untuk mengatasi keterbatasan dan inefisiensi pada penyiaran analog. Efisiensi dan optimalisasi yang paling nyata dalam penyiaran diantaranya adalah kanal siaran dengan jumlah yang lebih banyak dan infrastuktur penyiaran seperti Menara pemancar, antena, dan saluran transmisi yang masing-masing cukup menggunakan satu alat untuk banyak siaran.

Penegasan tersebut disampaikan Direktur Pengelolaan Media Direktorat Jendral Informasi dan Komunikasi Publik, Dr.Nursodik Gunarjo M.Si ketika berbicara pada seminar via zoom bertema “Siaran TV Digital dan Konten Kreator” yang dselenggarakan Kominfo, Rabu (20/10).

Narasumber dalam webinar via zoom yang diikuti ratusa peserta ini selain Direktur Pengelolaan Media Direktorat Jendral Informasi dan Komunikasi Publik, Dr.Nursodik Gunarjo M.Si adalah Apni Jaya Putra/Praktisi media dan mantan Direktur Operasional TVRI, dan dosen  Akademi Televisi Indonesia (ATVI),Teguh Setiawan S.Pd, M.I.Kom

Lebih Lanjut Nursodik Gunarjo mengatakan, dengan migrasi ke digital konten yang dimiliki oleh televisi digital menjadi beragam hingga jadi daya trik sekaligus peluang munculnya bisnis konten. Begitu juga digitalisasi TV terestrial membuka peluang kanal-kanal baru. Karena satu frekuensi bisa dipakai 9 lembaga penyiaran. Berarti akan butuh makin banyak pula ragam program penyiaran untuk mengisinya.

“Di situlah akan muncul peluang bagi content creator, production house, dan lain-lain. Itu berarti terjadi semakin terbukanya lapangan kerja,” ujar Nursodik.

Sementara itu praktisi media dan mantan Direktur Operasional TVRI, Apni Jaya Putra mengatakan, digitalisasi akan mengubah banyak hal dianataranya terjadi perubahan prilaku konsumen media, Yang terpenting dari migrasi ke digital adalah kita menuju era platform dan terbentuknya ekosistem digital penyiaran. Lembaga televise yang ada selain mengelola televisinya dan mengelola kontennya sebagai brand konten atau konten aggregator.

“ Jadi digitalisasi membuat televisi makin beragam dan tentunya butuh konten untuk mengisinya. Televisi tidak akan sanggup untuk mensupplay konten sehingga nantinya akan diserahkan kepihak ketiga untuk mengisinya televisi akan fokus pada infrastruktur,” ujar Apni Jaya.

Dibutuhkan Konten-konten
Teguh Setiawan, dosen ATVI, mengatakan, migrasi analog ke digital akan  menambah munculnya televisi baru, dan juga televisi dengan siaran spesifik, khas dan segmented, tentunya hal tersebut akan membawa dampak bertambahnya jam siaran.

“Konsekuensinya adalah dibutuhkan konten konten untuk mengisi slot siaran tersebut. Ini menjadi peluang bagi para konten creator muda untuk ikut berkiprah membuat konten dengan standar produksi yang baik dari segala aspek. Sebagai seorang akademisi saya berkewajiban untuk melahirkan SDM yang trampil dan mahir dalam membuat konten,”kata Teguh.

Ditegaskan Teguh, untuk mejadi seorang konten creator yang harus dperhatikan adalah sesuaikan kontennya dengan passion, selalu update dengan poerkembanagn, menjadi diri sendiri, konsisten dalam membuat konten, dan konten memenuhi kebutuhan audiesn, bernilai dan informative. (sur)


Berita Terbaru

Jelang ASO Jabodetabek 5 Oktober, Diskominfotik Provinsi DKI Jakarta dan Kementerian Kominfo Kolaborasi Sosialisasi di Jakarta Innovation Days 2022

Siaran TV Analog di Jabodetabek Dimatikan 5 Oktober 2022

Jelang ASO Masyarakat Sulawesi Selatan Siap Beralih ke Siaran Digital

Informasi Jadi Terang Benderang, Masyarakat Kabupaten Bekasi dan Bogor Apresiasi Penyaluran Bantuan STB Gratis

Senang dan Terbantu, Murtini dan Ani, Warga Kota Bekasi Ucapkan Terima Kasih atas Bantuan STB Gratis

Kemkominfo Pastikan Siaran TV Analog Berakhir 2 November

Kemenkominfo dan Komisi 1 DPR -RI Gencar Sosialisasi ASO dan Bagikan STB di Sumbar

Sosialisasi ASO dan Seremoni Penyerahan Bantuan STB Kementerian Kominfo RI bersama Komisi I DPR RI

Sosialisasi ASO, Kominfo RI Ajak Warga Makassar Beralih ke TV Digital

Danny Pomanto: Ketua RT dan RW Kunci Kesuksesan Gerakan ASO di Makassar

Berita Terpopuler

Cara Beralih ke TV Digital Lengkap Cara Merubah TV Analog ke Siaran TV Digital

Beralih ke Siaran TV Digital, Bagaimana Cara Memilih Set Top Box?

Per 30 April 2022, Siaran TV Analog Stop di 12 Wilayah Jawa Barat

Pentingnya Isi Kode Pos di Fitur Early Warning System (EWS) TV Digital

MNCN Sukses Siaran Digital di 13 Kota, Ini Rincian Lokasinya!

Per 30 April 2022, Siaran TV Analog Dimatikan di 38 Kabupaten/ Kota di Pulau Jawa

Cermati Jadwal Peralihan ke Siaran TV Digital

Beda dengan TV Analog, Ini Ciri-ciri TV Digital

Cara Cek TV Sudah Digital atau Belum dan Daftar 166 Daerah Tahap 1 Penghentian Siaran Analog

Pilih Set Top Box Bersertifikasi Kominfo

Kontak

Ceritakan pengalamanmu tentang siaran televisi digital:

Telepon:

159 (call center)