Countdown

X Tutup

Bali Siap Migrasi ke TV Digital

Suasana sunset di Pantai Kuta, Bali, 15 Oktober 2021. Tim Komunikasi Publik dan Edukasi Migrasi TV Digital/Wienda Parwitasari

KORANKALTIM.COM - Indonesia sedang menata infrastruktur digital. Langkah awal penataan salah satunya dengan melakukan peralihan sistem penyiaran TV Analog ke TV Digital atau yang disebut Analog Switch Off (ASO).

Gambaran penting migrasi TV digital terlihat dari berbagai manfaat yang didapatkan. TV Digital meningkatkan kualitas tayangan menjadi lebih bersih gambarnya, jernih suaranya, dan canggih teknologinya, serta beragam programnya. Semua manfaat itu gratis. Masyarakat tidak perlu membayar bulanan atau membeli pulsa untuk menikmatinya karena bukan streaming internet.

Berbagai pemangku kepentingan bidang penyiaran juga merasakan manfaatnya. Hal itu disampaikan Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika, Rosarita Niken Widiastuti dalam webinar “Bali Siap ASO”, Kamis, (2/12/2021). Manfaatnya yaitu efisiensi penggunaan spektrum frekuensi, efisiensi infrastruktur industri penyiaran, peningkatan kualitas penyiaran, mempertahankan diversity of ownership, mendukung diversity of content dan menumbuhkan industri konten.

“Selain itu, mendapatkan digital dividend yang nantinya dapat digunakan kepentingan pengembangan infrastruktur broadband dan kebencanaan, serta membawa Indonesia menuju persaingan dunia penyiaran secara global,” demikian paparan Niken.

Kementerian Kominfo telah merancang proses peralihan menuju TV Digital menjadi tiga tahap. Rancangan ini mempertimbangkan rujukan standar yang ditetapkan International Telecommunication Union (ITU), misalnya kondisi geografis, luas wilayah, keterbatasan frekuensi radio dan kemampuan teknologi siaran digital.

Lebih lanjut dijelaskan oleh Niken, tahap pertama penghentian siaran TV Analog dilakukan pada 30 April 2022, tahap kedua 25 Agustus 2022, dan tahap ketiga atau paling akhir 2 November 2022. Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri No. 11/2021 tentang perubahan atas Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No. 6/2021 tentang Penyelenggaraan Penyiaran. 
 
Provinsi Bali masuk dalam tahap pertama pengakhiran siaran TV Analog pada 30 April 2022. Wilayah tersebut mencakup Kabupaten Badung, Kabupaten Gianyar, Kabupaten Klungkung, Kabupaten Bangli, Kabupaten Karangasem, Kabupaten Buleleng, dan Kota Denpasar. Sedangkan daerah kategori blank spot akan masuk dalam proyek Digital Broadcasting System, sebagai bagian tahap akhir digitalisasi siaran televisi di Indonesia. 

Dukungan dari Berbagai Stakeholder
Wakil Ketua DPRD Bali, Tjokorda Gde Asmara Putra Sukawati menyampaikan apresiasi dan dukungannya bagi migrasi TV Digital yang sangat bermanfaat bagi dunia pertelevisian. Menurutnya, digitalisasi akan sangat menguntungkan masyarakat, di antaranya yaitu kualitas gambar yang jernih dan daya jangkau ke pelosok wilayah Bali yang selama ini blank spot
 
“Hal ini tentu akan memperlancar penerimaan informasi masyarakat Bali sampai ke tingkat pelosok, tentu dalam konteks pembangunan ekonomi. Informasi akan menumbuhkan inovasi dan kreativitas masyarakat dalam membangun sumber ekonomi,” katanya. 
 
Ayo Beralih ke TV Digital 
Peralihan ke TV Digital akan membawa kemajuan dan menghadirkan tayangan berkualitas bagi masyarakat luas. Langkah yang perlu dilakukan adalah melakukan pengecekan apakah televisi di rumah sudah siap digital atau belum. Kalau sudah siap digital (dilengkapi tuner standar DVBT2) cukup pindai ulang. Apabila TV Anda masih analog atau tabung, tidak perlu mengganti antena UHF lama dan cukup dengan menambahkan Set Top Box (STB).

Bagi rumah tangga miskin, pemerintah menyediakan bantuan STB. “Pemerintah akan koordinasi dengan Kementerian Sosial, data dari sana, yang biasa mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan punya TV yang akan diberikan bantuan STB,” demikian disampaikan Direktur Jenderal SDPPI Kemenkominfo, Ismail. 

Bagi masyarakat yang mampu tentu didorong untuk segera beralih. Pemerintah terus mempermudah migrasi TV Digital dengan mendorong ketersediaan STB. Produksi STB dibuat masif sehingga harga semakin terjangkau. Masyarakat bisa mendapatkannya melalui toko elektronik sekitar tempat tinggal atau di toko online/ marketplace. Lalu nikmati tayangan yang bersih gambarnya, jernih suaranya, dan canggih teknologinya. 

(Tim Komunikasi dan Edukasi Publik Migrasi TV Digital, Kemenkominfo)

Kontak

Ceritakan pengalamanmu tentang siaran televisi digital:

Telepon:

159 (call center)