Countdown

X Tutup

ASO di Kota Besar, Mulai dari Jabodetabek

Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate, memberikan keynote speech dalam Diskusi Publik Virtual dengan tema “Dukung Era Baru TV Digital : Jabodetabek Siap ASO, Jakarta, Jumat, 19 Agustus 2022. Tim Komunikasi dan Edukasi Publik Migrasi TV Digital Kemkominfo/Wienda Parwitasari

Jakarta, Batas akhir penghentian siaran TV Analog atau ASO (Analog Switch Off)  untuk selanjutnya beralih ke siaran TV Digital yaitu 2 November 2022 sudah makin dekat.

Salah satu kunci penting jalannya ASO adalah proses penghentian di kota-kota besar. Jabodetabek menjadi kunci penting dalam proses ASO di Indonesia. Dengan demikian Kementerian Kominfo menggelar Acara Diskusi Publik Virtual dengan tema “Dukung Era Baru TV Digital : Jabodetabek Siap ASO, Jakarta, Jumat, 19 Agustus 2022. 

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate  menegaskan, ASO tetap berlanjut dan diimplementasikan sesuai dengan ketentuan UU No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dengan batas akhirnya pada 2 November 2022.

“Karena ini amanat UU, maka tidak ada pilihan lain selain diimplementasikan dengan semua konsekuensi,” demikian penegasan dari Menkominfo Johnny G. Plate.  

Terkait proses ASO, Menkominfo meminta untuk setiap pihak saling bekerjasama. Dalam penjelasannya, kalau ASO di Jabodetabek dilaksanakan dengan baik, akan memberikan implikasi besar, pada industri broadcast nasional. Market size Jabodetabek paling besar. 

Menkominfo menjelaskan bahwa ASO di Jabodetabek bila dilaksanakan dengan baik akan memberikan implikasi besar, pada industri broadcast nasional. 

Dengan melihat pentingnya proses migrasi ke TV Digital ini, Menkominfo mengingatkan bahwa semuanya ini demi kebaikan bersama. Baik itu adalah kebaikan bagi industrinya bersamaan dengan peningkatan layanan bagi masyarakat, perbaikan tata kelola sumber daya spektrum frekuensi.  “ASO membangun industri nasional kita untuk melayani masyarakat lebih baik,” demikian penegasan akhir Menkominfo.  

Sementara itu, Ketua Komisi I DPR Republik Indonesia Meutya Viada Hafid saat memberikan sambutan di acara juga menekankan pentingnya sinergitas dan peran LPS (Lembaga Penyiaran Swasta) mendukung jalannya ASO. 

“Pasti, yang kita perlukan adalah sinergisitas. Kita senang bisa duduk bersama, pemerintah DPR, Pemda, LPP maupun swasta. Peran pentingnya pemerintah dalam melaksanakan koordinasi dengan semua pemangku kepentingan yang terlibat. Proses migrasi ke siaran TV Digital merupakan hal besar,” demikian sambutan Ketua Komisi I DPR Republik Indonesia Meutya Viada Hafid di acara tersebut di atas.

Lebih lanjut Meutya menekankan peran penting Lembaga Penyiaran Swasta terkait STB gratis untuk Rumah Tangga Miskin (RTM). Meutya menekankan bahwa peran penting pemenuhan komitmen LPS untuk memberikan bantuan STB jadi salah satu faktor penentu keberhasilan ASO. 

Sedangkan Gubernur DKI Jakarta H. Anies Rasyid Baswedan, S.E., M.P.P., Ph.D dalam hal ini diwakili Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta H. Marullah Matali menyatakan dukungan jalannya ASO di DKI Jakarta. 

“Kita mengingat teknologi yang lama, misalnya facsimile. Dulu orang berkirim surat dengan mengirim pos. Jadi siaran TV Analog menjadi siaran TV Digital adalah keniscayaan. Pemerintah DKI Jakarta memberikan dukungan maksimal,” kata Marullah. 

ASO ini sejalan dengan arah pengembangan di DKI Jakarta. “Dukungan kami kepada ASO di wilayah DKI Jakarta akan terus berlanjut. Suksesnya program ini, dapat mengakselerasi transformasi digital di Indonesia, khususnya di Jakarta. Kita sedang gencar-gencarnya melakukan transformasi digital,” kata Marullah.

Dirjen SDPPI, Kementerian Komunikasi dan Informatika Dr. Ismail saat sesi diskusi memberikan paparan bahwa sebagaimana Menkominfo pernah sampaikan, ASO berjalan secara multiple ASO. 

ASO ini, termasuk yang akan dilaksanakan di Jabodetabek berjalan secara multiple. Multiple ASO adalah pelaksanaan ASO yang secara terus menerus. Mulai dari 30 April 2022 sampai dengan 2 November 2022. 

Multiple ASO berarti syarat menghentikan siaran tv analog di suatu wilayah mendasarkan pada tiga hal penting. Pertama di wilayah tersebut terdapat siaran TV analog yang akan dihentikan siarannya. Kedua,  telah beroperasi siaran TV digital pada cakupan siaran TV analog sebagai penggantinya. Ketiga, sudah dilakukan pembagian bantuan STB bagi RTM di wilayah tersebut. 

“Bukan berpindah ke siaran tv digital jadi berlangganan dan bayar bulanan. Yang pindah hanya teknologinya, gratisnya tetap,” kata Ismail. Ismail menilai hal ini perlu disampaikan ke masyarakat seluas mungkin. 

Hadir sebagai narasumber Direktur Utama TVRI Iman Brotoseno, Sekjen ATVSI Gilang Iskandar, Dirjen SDPPI, Kementerian Komunikasi dan Informatika Dr. Ismail, Executive Director PT. Nielsen Audience Measurement Hellen Katherina, serta Ketua Asosiasi Perusahaan Pengiklan Indonesia (APPINA) Eka Sugiarto

Survei Kesiapan Masyarakat
Salah satu dasar penyelenggaraan diskusi publik virtual ini adalah pentingnya mendorong kesiapan masyarakat. Bagaimana tanggapan masyarakat bila siaran TV yang selama ini biasa menjadi sumber informasi dan sumber hiburan dimatikan?

Untuk mengetahui minat masyarakat, Kementerian Kominfo melakukan jajak pendapat pada Juli 2022. Tercatat ada 84,79% masyarakat mengaku masih menggunakan siaran analog sehari-hari. Kemudian,  78% persen masyarakat sudah tahu tentang keberadaan siaran TV digital namun sebanyak 45,44% belum memiliki rencana untuk beralih ke siaran TV digital karena masih bisa menonton siaran TV analog. 

Dengan demikian sinergitas setiap pemangku kepentingan sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat bahwa siaran TV analog akan dihentikan tidak lama lagi. Pesan-pesan yang sederhana perlu disebarluaskan agar masyarakat segera beralih tanpa menunggu siaran TV analog dimatikan.

Masyarakat mampu diimbau untuk memasang STB secara mandiri yang sekarang sudah mudah ditemukan di toko-toko elektronik maupun marketplace. Dengan partisipasi semua pihak,  Indonesia lebih mantap memasuki Era Baru Siaran TV Digital

(VNP/Tim Komunikasi Publik)


Kontak

Ceritakan pengalamanmu tentang siaran televisi digital:

Telepon:

159 (call center)