Countdown

X Tutup

30 April 2022, TV Analog Diberhentikan Siaran di Sembilan Kabupaten Jawa Timur

Ilustrasi: Wisatawan berfoto dengan latar belakanv Savana Bekol di Taman Nasional Baluran, Situbondo, Jawa Timur, Sabtu (1/1/2022). Antara/Budi Candra Setya

Jakarta. Sebanyak 38 dari 119 Kabupaten dan Kota di Pulau Jawa tidak lagi bisa menonton siaran TV Analog per tanggal 30 April 2022. Pada tahun ini, secara bertahap siaran TV Analog dimatikan atau Analog Switch Off (ASO) dan selanjutnya beralih ke siaran TV Digital. Sembilan kabupaten yang berada di Jawa Timur masuk tahap pertama ASO, antara lain Kabupaten Sampang, Pamekasan, Sumenep, Lumajang, Jember, Bondowoso, Situbondo, Banyuwangi, dan Pacitan. 

Dengan demikian warga di sembilan kabupaten tersebut tidak bisa lagi menonton siaran TV Analog. Masyarakat bisa segera menonton siaran televisi dengan beralih ke TV Digital. Ingat siaran TV Digital tetaplah Free To Air (FTA), alias tetap gratis menontonnya. Hal itu disampaikan Direktur Penyiaran Kementerian Komunikasi dan Informatika Geryantika Kurnia, dalam Webinar “Beralih ke Siaran Digital dari Jawa Timur”, Rabu (2/2/2022).

“Siaran TV Digital bukanlah streaming internet melalui gawai atau Smart TV yang terhubung internet, atau TV berlangganan (baik TV kabel maupun TV satelit) yang memerlukan biaya menontonnya,” katanya.

Direktur Geryantika memaparkan, saat ini siaran TV Digital yang bersih gambarnya jernih suaranya sudah bisa dinikmati masyarakat. Termasuk di sembilan kabupaten tersebut. 

“Kabupaten Sumenep ada dua siaran digital sudah on, Jember dan sekitarnya ada lima siaran digital, Situbondo dan sekitarnya ada satu, Banyuwangi ada dua dan Pacitan dan sekitarnya ada satu. Beralih ke siaran TV Digital sekarang membuat masyarakat menikmati beragam manfaat siaran TV Digital sejak sekarang,” tegasnya.

Manfaat Migrasi ke TV Digital

Beralih ke siaran TV Digital membawa banyak keuntungan. Manfaat diterima tidak hanya satu dua pihak, melainkan hampir semua pihak mendapatkan berkah dari migrasi ini. Paling tidak ada lima manfaat. 

Geryantika memaparkan manfaat pertama adalah publik memperoleh layanan televisi berkualitas secara gratis. Masih banyak daerah di Indonesia yang tidak mendapat sinyal televisi terestrial (blank spot) atau penerimaan sinyalnya buruk dan mempengaruhi kualitas gambar dan suara siaran yang diterima. Digitalisasi menghasilkan gambar yang bersih dan suara yang jernih.

Kedua, keberagaman konten siaran untuk seluruh lapisan masyarakat. Digitalisasi membuka
peluang tambahan channel atau program siaran baru yang dibutuhkan masyarakat setempat. 

Ketiga, efisiensi biaya infrastruktur dan operasional Lembaga Penyiaran. Dengan konsep infrastruktur bersama, Lembaga Penyiaran dapat menghemat biaya investasi pada pemancar dan operasional teknis sampai dengan 40 persen. 

Keempat, penataan spektrum frekuensi radio untuk peningkatan akses internet dan ekonomi digital. Siaran digital memerlukan lebih sedikit kanal frekuensi radio, sehingga efisiensinya dapat digunakan untuk kepentingan akses internet untuk menunjang ekonomi digital (digital dividend).

Kelima, menghindari interferensi spektrum frekuensi radio dengan negara-negara tetangga. Dengan digitalisasi, penggunaan spektrum frekuensi radio di daerah perbatasan negara dapat lebih harmonis dan tidak saling mengganggu. 

Cara Menangkap Siaran TV Digital 

Beralih ke siaran TV Digital itu mudah. Pertama adalah memeriksa pesawat televisi masing-masing. Lakukan saja scanning ulang program siaran. Pesawat televisi yang sudah ada tuner standar DVBT2 di dalamnya, otomatis televisi digital bisa menangkap dan menayangkan program-program siaran TV Digital.

Namun, setelah lakukan pindai (scanning) ulang program, dan siaran yang ada di televisi masih sama dengan sebelumnya, berarti pesawat televisi masih analog. Ingat siaran TV Digital itu gambarnya benar-benar bersih dan suaranya canggih. Jadi bila gambarnya masih sama dengan sebelumnya, bisa dipastikan siaran TV digital belum tertangkap. 

Pesawat TV analog memerlukan alat tambahan bernama Set Top Box (STB) DVBT2 agar bisa menangkap sinyal TV Digital. Setelah STB dirangkaikan dengan televisi lama atau tabung, siaran TV digital akan tertangkap di pesawat televisi. 

Satu hal perlu mendapat perhatian masyarakat yaitu pastikan saat membeli STB atau pesawat televisi digital ada keterangan produk telah tersertifikasi Kementerian Kominfo. Tanda sertifikasi memberikan jaminan kesesuaian teknologi, spesifikasi teknis dan keamanannya. Bila teknologi atau spesifikasi teknisnya berbeda, perangkat tersebut belum tentu bisa menangkap siaran TV Digital di Indonesia secara optimal. 

Daftar perangkat yang sudah tersertifikasi bisa dilihat di website siarandigital.kominfo.go.id. Untuk data termutakhir (diperbarui pada 11 Januari 2022), klik https://sertifikasi.postel.go.id/sertifikat/publish. Tanda lainnya yang lebih populer adalah adanya tulisan “Siap Digital”, atau logo Maskot Digital Indonesia (MODI)  dalam kemasan. 

Siaran TV Digital bukan streaming internet serta bukan pula televisi berlangganan yang menggunakan satelit atau kabel. Segera beralih ke siaran TV Digital. tidak perlu kuota internet atau biaya langganan untuk menontonnya. 

(VNP/AF/Tim Komunikasi dan Edukasi Publik Migrasi TV Digital Kemenkominfo) 

Kontak

Ceritakan pengalamanmu tentang siaran televisi digital:

Telepon:

159 (call center)