Countdown

X Tutup

30 April 2022 Provinsi Bali Stop Siaran TV

Ilustrasi: Seniman menampilkan pertunjukan Tari Kecak Garuda Wisnu Kencana di Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK), Badung, Bali, Minggu (26/12/2021). Pada tanggal 30 April 2022, tepat pada jadwal Analog Switch Off (ASO) tahap pertama, seluruh siaran TV di Provinsi Bali dimatikan dan selanjutnya warga Bali menerima layanan siaran TV Digital. Antara/Fikri Yusuf

Jakarta. Seluruh siaran TV di Provinsi Bali dimatikan pada 30 April 2022, yaitu tepat pada jadwal Analog Switch Off (ASO) tahap pertama. Selanjutnya warga Bali menerima layanan siaran TV Digital. 

Dengan demikian setiap masyarakat di Provinsi Bali, baik di Kabupaten Jembrana, Tabanan, Badung, Gianyar, Klungkung, Bangli, Karangasem, Buleleng, dan Kota Denpasar siap beralih ke siaran TV Digital. Hal itu disampaikan Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika, Rosarita Niken Widiastuti dalam webinar “Bali Siap ASO”, Kamis, (2/12/2021).

“Selanjutnya daerah kategori blank spot di Provinsi Bali akan masuk dalam proyek Digital Broadcasting System, sebagai bagian tahap akhir digitalisasi siaran televisi di Indonesia,” kata Stafsus Niken. 

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi 1 DPR RI. Selasa, (16/11/2021), Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyampaikan laporan kesiapan program migrasi siaran TV Analog ke siaran TV Digital. Salah satu poin paparannya adalah kesiapan multipleksing (MUX) dalam menampung semua siaran yang ada. Kesiapan MUX penting, salah satunya bertujuan menjamin terpenuhinya hak mendapatkan informasi pada masyarakat.

“Dari 112 Wilayah Layanan Siaran yang menjadi target Analog Switch Off (ASO), 90 wilayah di antaranya atau sebanyak 80,63 persen telah memiliki infrastruktur multipleksing. Dengan kata lain, masyarakat di daerah-daerah tersebut sudah dapat menyaksikan siaran digital,” kata Menkominfo.

Menkominfo menambahkan bahwa ASO tahap pertama, persentase kesiapan infrastruktur multipleksing sudah 100 persen sehingga cukup untuk menampung peralihan setiap siaran televisi analog secara keseluruhan. 

Kebutuhan MUX di Bali yaitu tiga buah, semuanya telah tersedia dan beroperasi menyiarkan program siaran TV Digital. Menurut catatan Kementerian Kominfo, saat ini sudah mengudara Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI dan Lembaga Penyiaran Swasta (LPS) lainnya.

Segera Beralih ke TV Digital
Siaran TV Digital sudah siap di Bali. Karena itu, sekarang juga masyarakat langsung periksa pesawat televisi masing-masing. Apabila pesawat televisi sudah ada tuner standar DVBT2 di dalamnya alias sudah digital, cukup lakukan pindai (scanning) ulang sinyal TV digital di sekitar tempat tinggal. Otomatis televisi digital bisa menangkap dan menayangkan program-program siaran TV Digital. Bila TV masih analog, atau model tabung memerlukan tambahan Set Top Box (STB) DVBT2. 

Untuk mengetahui lebih rinci tentang kekuatan sinyal, jumlah multipleksing dan jumlah stasiun/program yang sudah bersiaran di sebuah daerah, masyarakat dapat mengunduh aplikasi  ‘sinyaltvdigital’ yang tersedia di iOS/ Android. 

Salah satu kegunaan aplikasi tersebut adanya informasi ke arah manakah sebaiknya antena UHF di rumah ditujukan. Mengarahkan antena secara tepat, membantu hasil optimal tangkapan tayangan siaran tv digital.  

Dengan informasi dalam aplikasi itu, masyarakat dapat mengarahkan antena rumah ke lokasi pemancar terdekat sehingga membantu tangkapan tayangan siaran TV digital secara optimal.

Siaran TV Digital bukan streaming internet serta bukan pula televisi berlangganan yang menggunakan satelit atau kabel. Tidak perlu mengganti antena, tetap dengan antena UHF untuk menangkap siarannya. Siarannya gratis untuk diterima, tidak perlu kuota internet atau biaya langganan. 

(VNP/AF/ Tim Komunikasi dan Edukasi Publik Migrasi TV Digital Kemenkominfo) 

Kontak

Ceritakan pengalamanmu tentang siaran televisi digital:

Telepon:

159 (call center)